MPMX Tanam 500 Bibit Terumbu Karang di Pulau Messah Labuan Bajo

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melakukan transplantasi 500 bibit terumbu karang di Pulau Messah, Labuan Bajo pada Rabu (22/4/2026).

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaksanakan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, NTT, pada Rabu, 22 April 2026. Inisiatif ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal melalui program MPM Green Action.

Dilansir dari Medcom, perusahaan menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang pada tahap awal ini. Media tanam yang digunakan berupa 20 unit struktur baja berbentuk laba-laba atau spider frame untuk menopang pertumbuhan karang baru.

Lokasi pemilihan di Pulau Messah merujuk pada rekomendasi Balai Taman Nasional Komodo karena area tersebut mengalami kerusakan ekosistem laut yang cukup signifikan. Kawasan ini merupakan wilayah penyangga penting bagi kelestarian lingkungan di sekitar Taman Nasional Komodo.

"Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan sangat berkaitan dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami tidak hanya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," kata Natalia Lusnita, GM Corporate Communication & Sustainability MPMX.

Sebelum penanaman dilakukan, perusahaan mengadakan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan nelayan setempat mengenai pentingnya ekosistem laut. Selain itu, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih menerima pelatihan pembuatan media pembibitan karang (coral nursery).

Program di Pulau Messah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif lingkungan MPMX yang telah berjalan di NTT. Sebelumnya, pada periode 2022 hingga 2025, perusahaan telah menanam 100.000 pohon mangrove di Desa Golo Sepang untuk mengatasi masalah abrasi.

Pemerintah desa setempat memberikan apresiasi atas langkah konservasi yang melibatkan partisipasi warga secara langsung ini. Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming, menyatakan kesiapan masyarakat untuk berkolaborasi dalam menjaga keberhasilan program transplantasi agar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Ke depannya, MPMX berencana mengembangkan wilayah ini sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga pesisir melalui aktivitas pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Recommended