Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan hasil sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 menunjukkan capaian nilai yang belum memuaskan di Tangerang Selatan pada Senin, 20 April 2026.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa perolehan nilai siswa SMP tahun ini memiliki kemiripan dengan hasil TKA jenjang SMA tahun 2025 yang dinilai merosot tajam.
Dilansir dari Medcom, meskipun hasil evaluasi sementara menunjukkan angka yang rendah, nilai rata-rata siswa SMP tahun 2026 tercatat sedikit lebih unggul dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa SMA pada periode tes sebelumnya.
"Jadi, hasil TKA SMP memang lebih bagus hasilnya tetapi tidak jauh dari yang SMA," kata Toni Toharudin, Kepala BKPDM Kemendikdasmen saat ditemui di Tangerang Selatan, Senin, 20 April 2026.
Hingga saat ini, Kemendikdasmen belum merampungkan pengumpulan seluruh data hasil ujian nasional tersebut dikarenakan masih terdapat sejumlah sekolah yang dijadwalkan mengikuti tes susulan pada 11 Mei 2026 mendatang.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai rendahnya kemampuan akademik siswa tingkat menengah ini dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.
Mu'ti menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan adanya persoalan sistemik dalam pembelajaran yang dimulai sejak jenjang pendidikan dasar, sehingga pemerintah akan memfokuskan perbaikan pada fondasi di tingkat sekolah dasar.
Sebagai perbandingan, data TKA SMA 2025 menunjukkan performa yang sangat lemah di mana tidak ada satu pun mata pelajaran wajib yang berhasil melampaui angka 60 dari skala penilaian 100 secara nasional.
Berdasarkan rilis kementerian, rata-rata nilai nasional untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia berada di angka 55,38, sedangkan Matematika hanya mencapai 36,10, dan Bahasa Inggris menjadi yang terendah dengan rata-rata 24,93.