FEB Universitas Mercu Buana Raih Peringkat 3 Nasional AD Scientific Index

FEB Universitas Mercu Buana menempati peringkat 3 nasional dan posisi pertama di Jakarta versi AD Scientific Index 2026 berdasarkan produktivitas riset.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana berhasil menduduki peringkat ketiga nasional untuk kategori fakultas ekonomi dan bisnis berdasarkan rilis terbaru AD Scientific Index pada Minggu (10/5/2026).

Pencapaian ini menempatkan FEB Universitas Mercu Buana sebagai institusi pendidikan ekonomi terbaik pertama di wilayah DKI Jakarta untuk kategori yang sama. Sebagaimana dilansir dari Medcom, penilaian ini didasarkan pada performa ilmiah dan produktivitas riset yang terukur secara global.

Sistem pemeringkatan AD Scientific Index 2026 mengevaluasi kinerja perguruan tinggi menggunakan data dari Google Scholar. Indikator utama yang digunakan meliputi H-index, i10-index, jumlah sitasi, serta konsistensi publikasi ilmiah para akademisi dalam periode tertentu.

Berbeda dengan sistem pemeringkatan lain yang fokus pada reputasi institusi, metodologi AD Scientific Index lebih menekankan pada dampak akademik riil dari riset yang dihasilkan. Hal ini mencakup kontribusi dosen di tingkat nasional maupun internasional.

"Peringkat ini adalah refleksi dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika FEB Universitas Mercu Buana," ujar Dr. Nurul Hidayah, M.Si, Ak, Dekan FEB Universitas Mercu Buana. Ia menegaskan pihaknya terus mendorong ekosistem riset yang produktif agar kontribusi keilmuan fakultas tetap relevan menjawab tantangan global.

Pencapaian pada tahun 2026 ini juga memperkuat tren positif Universitas Mercu Buana dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah dosen dari universitas ini sebelumnya telah tercatat dalam daftar ilmuwan terbaik di Indonesia versi lembaga pemeringkatan yang sama.

Manajemen fakultas menyatakan bahwa raihan posisi tiga besar nasional dan peringkat satu di Jakarta tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Fokus utama ke depan tetap berada pada penguatan publikasi ilmiah yang bereputasi internasional.

Recommended