Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa perjanjian dagang terkait tarif resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan terus diproses. Kepastian ini disampaikan meskipun Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diterapkan oleh Presiden Donald Trump.
Menurut Airlangga, perjanjian ART direncanakan mulai berlaku 90 hari setelah penandatanganan. Dalam periode tersebut, kedua belah pihak akan melakukan konsultasi dengan institusi terkait, termasuk di Indonesia dengan DPR RI.
"Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," kata Airlangga saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Airlangga juga menegaskan bahwa penetapan tarif 0% untuk sejumlah komoditas dalam perjanjian dagang ART tetap berlaku.
"Ya kalau bea masuk 0% untuk sektor yang 1.800 lebih itu kan salah satu andalan kita, jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi," ucapnya.
Sebelumnya, tarif resiprokal umum yang dikenakan sebesar 19% kepada Indonesia kini turun menjadi 15%, menyamai tarif yang dikenakan kepada negara lain, menyusul pembatalan kebijakan oleh Mahkamah Agung AS.
Airlangga menjelaskan, "(Tarif 19%) dapat diskon jadi 15%"
Sebagai informasi tambahan, perjanjian dagang yang diberi nama 'Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance' ini mencakup setidaknya 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini bebas bea masuk ke AS. Produk-produk tersebut meliputi sektor pertanian dan industri, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik (termasuk semikonduktor), dan komponen pesawat terbang.
Airlangga menyampaikan dalam konferensi pers daring pada Jumat (20/2/2026), "Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%"
Selain itu, AS juga memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," papar Airlangga.