Fitch Pertahankan Peringkat Kredit PGN di Level BBB-

Fitch Ratings kembali menegaskan peringkat kredit PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada level BBB- dengan outlook stabil.

Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada level BBB- dengan Outlook Stabil. Penilaian ini didasarkan pada fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, serta posisi strategis perseroan di sektor energi.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyatakan bahwa penegasan peringkat ini menunjukkan kepercayaan lembaga global terhadap fundamental bisnis dan stabilitas operasional PGN, mengingat peran strategisnya sebagai operator infrastruktur energi nasional.

PGN mengelola lebih dari 95% jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Emiten dengan kode PGAS ini memiliki jaringan transmisi dan distribusi gas yang luas untuk berbagai sektor, mulai dari industri, pembangkit listrik, komersial, hingga rumah tangga.

"Penegasan peringkat BBB- dengan Outlook Stabil mencerminkan ketahanan fundamental PGN yang didukung oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis, kinerja operasional yang andal, serta pengelolaan keuangan yang disiplin," ujar Catur dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (12/3/2026).

Sepanjang 2025, PGN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar dengan EBITDA mencapai US$ 971,2 juta. Arus kas perusahaan tercatat kuat, mencapai US$ 1,3 miliar.

Tingkat interest coverage ratio PGN juga mengalami peningkatan menjadi 17,44x pada akhir 2025, dibandingkan dengan 15,83x pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga secara memadai.

Selain itu, rasio debt-to-equity juga tercatat positif pada posisi 30,5% dari 34,6%. PGN berencana memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional, integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional.

"PGN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia," tutup Catur.

Recommended