PT Freeport Indonesia Tingkatkan Proporsi Pekerja Asli Papua Jadi 40,9 Persen

PT Freeport Indonesia mencatat kenaikan jumlah tenaga kerja asli Papua hingga mencapai 40,9 persen dan bermitra dengan 400 pengusaha lokal pada Mei 2026.

PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan peningkatan serapan tenaga kerja asli Papua yang kini mencapai angka 40,9 persen dari total karyawan pada Selasa (12/5/2026). Perusahaan tambang tersebut terus mendorong diversifikasi peran bagi warga lokal mulai dari posisi teknis hingga manajerial di wilayah operasional Papua Tengah.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa kemajuan ini merupakan dampak dari investasi jangka panjang perusahaan pada sektor pendidikan dan pelatihan. Penyerapan tenaga kerja lokal ini terkonsentrasi di beberapa wilayah operasional utama seperti Distrik Tembagapura, Kuala Kencana, dan Mimika Timur.

"Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial," kata Tony Wenas dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Selain sektor ketenagakerjaan, PTFI juga mencatat kemitraan dengan lebih dari 400 pengusaha lokal dalam satu dekade terakhir. Transformasi ekonomi ini mencakup berbagai bidang usaha mulai dari jasa transportasi, katering, sektor pertanian, hingga usaha perbengkelan di sekitar wilayah Timika.

Pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi fokus utama dalam mendukung mobilitas logistik dan aksesibilitas masyarakat. Kerja sama antara perusahaan dan pemangku kepentingan lokal telah meningkatkan ketersediaan akses listrik, air bersih, serta perbaikan ruas jalan di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Di sektor pendidikan, dukungan diberikan melalui pembangunan fasilitas belajar dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah serta penyaluran program beasiswa. Sementara di bidang kesehatan, PTFI menjalankan program rutin penanganan malaria dan peningkatan nutrisi anak untuk masyarakat di beberapa kampung.

Grasella Kunong, salah satu pelaku usaha lokal, mengonfirmasi peningkatan pendapatan usahanya setelah bergabung dalam program pemberdayaan ekonomi perusahaan. Ia menyatakan bahwa pengembangan usaha tersebut kini mampu menyerap tenaga kerja tambahan dari warga sekitar untuk memenuhi permintaan pasokan rutin.

Target jangka panjang dari rangkaian program ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Papua Tengah. Perusahaan berupaya membangun fondasi ekonomi yang tetap berkelanjutan bahkan setelah masa operasional tambang berakhir di masa depan.

Recommended