Gaikindo Dukung Implementasi Biodiesel B50 di Sektor Otomotif Nasional

Gaikindo dan Kementerian ESDM mengonfirmasi hasil uji coba awal B50 menunjukkan performa mesin positif dan kualitas bahan bakar yang lebih baik.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan optimisme terhadap penggunaan biodiesel campuran 50 persen atau B50 setelah hasil uji coba awal menunjukkan performa mesin yang positif pada Selasa (21/4/2026).

Dukungan terhadap program pemerintah ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat efisiensi energi nasional. Gaikindo memproyeksikan B50 dapat menjadi ciri khas teknologi otomotif Indonesia di pasar global karena menjadi yang pertama di dunia.

Dilansir dari Medcom, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menjelaskan bahwa industri otomotif tetap berkomitmen pada kebijakan bahan bakar ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global. Penggunaan bahan bakar nabati ini diharapkan menjadi solusi alternatif pengganti bahan bakar fosil.

"B50 kita mendukung program pemerintah dan itu sudah dilakukan. Sejauh ini hasil sementara yang menunjukkan hal yang cukup bagus. Dan mudah-mudahan ini juga menjadi alternatif tersendiri, karena mungkin B50 ini yang pertama kali di dunia," kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Kukuh menambahkan bahwa kombinasi penggunaan biofuel dengan teknologi kendaraan efisien seperti Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memiliki peluang besar dalam menghemat konsumsi energi. Sektor otomotif saat ini terus fokus pada pengembangan teknologi hybrid sebagai jembatan transisi energi.

Data teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat temuan tersebut. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengonfirmasi bahwa performa mesin selama uji jalan telah memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas B50 tercatat lebih unggul dibandingkan standar sebelumnya. Kadar air maksimal pada B50 hanya mencapai 300 ppm, lebih rendah dari standar B40 yang berada di angka 320 ppm, dengan kandungan FAME yang stabil pada kisaran 49 hingga 50 persen.

Meskipun industri menghadapi tantangan berupa fluktuasi nilai tukar dan kenaikan biaya logistik, kolaborasi lintas sektor tetap dilakukan. Kementerian ESDM menyebutkan bahwa laporan dari perusahaan otomotif peserta uji coba menunjukkan parameter monogliserida dan stabilitas oksidasi tetap berada dalam batas aman sesuai rekomendasi teknis.

Recommended