Kisah unik datang dari dunia game. Yang Binglin, seorang gamer berusia 91 tahun asal Tiongkok, menjadi sorotan karena keberhasilannya menamatkan Resident Evil Requiem tanpa bantuan walkthrough atau panduan online.
Di era modern ini, banyak pemain mengandalkan platform seperti YouTube, Reddit, atau forum untuk menyelesaikan game. Yang Binglin justru memilih cara klasik dengan membuat catatan tangan untuk memahami setiap detail permainan.
Selama bermain, ia mencatat setiap elemen penting, mulai dari jalur peta, solusi teka-teki, hingga pola gerakan musuh. Beberapa bagian peta bahkan digambar ulang secara manual di buku catatannya. Dengan pendekatan ini, ia mampu menyelesaikan game secara mandiri.
Metode ini didasari oleh latar belakang Yang sebagai mantan insinyur di industri minyak dan gas sebelum pensiun pada tahun 1996. Pengalaman ini membentuk pola pikir sistematis dan analitisnya, yang kemudian diterapkan dalam gaya bermain game, terutama saat menghadapi teka-teki kompleks khas seri Resident Evil.
Di Bilibili, tempat ia aktif sebagai streamer, gaya bermainnya yang sabar dan terstruktur menjadi daya tarik tersendiri. Ia tidak berfokus pada kecepatan atau sensasi, melainkan pada pemahaman menyeluruh tentang game.
Pencapaian ini semakin mengesankan mengingat Resident Evil Requiem dikenal sebagai game survival horror yang membutuhkan kombinasi refleks cepat, manajemen sumber daya, dan kemampuan memecahkan teka-teki berlapis. Banyak pemain bahkan memerlukan panduan untuk menyelesaikannya.
Reaksi dari komunitas pun beragam, namun didominasi oleh apresiasi. Sebagian pemain menyebut pencapaian ini sebagai "gaming sesungguhnya", yang mengingatkan pada era ketika pemain harus mengandalkan eksplorasi dan ingatan, bukan bantuan instan dari internet.
Yang sebelumnya telah diakui sebagai streamer game pria tertua oleh Guinness World Records pada usia 88 tahun. Keberhasilannya menamatkan Resident Evil Requiem tanpa bantuan semakin mengukuhkan posisinya sebagai bukti bahwa usia bukanlah batasan dalam bermain game.