PT Garuda Yamato Steel (GYS) telah mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar, menandai langkah signifikan dalam komitmen perusahaan terhadap industri hijau. PLTS berkapasitas 6,5 megawatt peak (MWp) ini dibangun di atas lahan seluas 55.000 meter persegi.
Pengembangan proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan iForte Energi, sebagai bagian dari upaya transisi menuju manufaktur baja yang lebih berkelanjutan. Listrik yang dihasilkan PLTS akan mendukung berbagai operasional GYS, termasuk pabrik peleburan, penggulungan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Seperti diberitakan oleh Medcom, instalasi PLTS ini menjadi salah satu investasi energi terbarukan terbesar di sektor baja nasional. Penggunaan energi surya tidak hanya bertujuan menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel, Tony Taniwan, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi bersih merupakan elemen krusial dalam transformasi industri baja di Indonesia. “Pengoperasian sistem energi surya ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan manufaktur baja yang lebih berkelanjutan. Kami ingin menciptakan nilai jangka panjang tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Tony.
Inisiatif Dekarbonisasi Komprehensif GYS
GYS telah aktif dalam berbagai inisiatif dekarbonisasi. Salah satunya dengan mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional berbasis blast furnace.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan konsep ekonomi sirkular. Hal ini dilakukan melalui pemanfaatan kembali scrap baja sebagai bahan baku produksi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi limbah dan menjaga efisiensi penggunaan sumber daya.
Upaya modernisasi fasilitas produksi terus berjalan. Termasuk peningkatan untuk mendukung efisiensi energi dan peningkatan kapasitas secara keseluruhan.
Dukungan PLN dan Target Nasional
Proyek PLTS ini juga mendapat dukungan dari PLN sebagai penyedia listrik nasional. Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai net zero emission di Indonesia.
Ke depan, GYS berencana memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Hal ini akan dilakukan dengan menambah instalasi panel surya di area pabrik lainnya. Perusahaan juga akan mengembangkan teknologi efisiensi energi serta memperluas portofolio produk baja rendah emisi karbon.
Langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasar yang semakin mengarah pada produk industri ramah lingkungan. Pada akhirnya, ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang lebih berkelanjutan, seperti dilansir dari Media Indonesia.