Google Bayar Kompensasi Rp2,3 Triliun Terkait Masalah Privasi Data Android

Google setuju membayar kompensasi Rp2,3 triliun kepada jutaan pengguna Android di AS terkait gugatan pengumpulan data tanpa izin yang diajukan sejak 2020.

Google menyetujui pembayaran dana kompensasi senilai USD135 juta atau setara Rp2,3 triliun untuk menyelesaikan gugatan class action terkait isu privasi data pada Rabu, 22 April 2026. Dana ini dialokasikan bagi jutaan pengguna Android di Amerika Serikat yang terdampak praktik pengumpulan data tanpa izin.

Penyelesaian hukum ini dipicu oleh tuduhan bahwa sistem operasi Android mengirimkan data pengguna secara diam-diam saat perangkat tidak digunakan. Aktivitas latar belakang tersebut dilaporkan mengonsumsi kuota data seluler tanpa sepengetahuan pemilik perangkat, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Gugatan yang diajukan sejak tahun 2020 ini menilai praktik pengelolaan data oleh raksasa teknologi tersebut tidak transparan. Meskipun memilih untuk menempuh jalur kesepakatan damai dan menyiapkan dana kompensasi, Google tetap tidak mengakui adanya pelanggaran hukum dalam operasionalnya.

Penerima dana ganti rugi diperkirakan mencapai 100 juta pengguna yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk penggunaan perangkat Android sejak tahun 2017. Nilai maksimal kompensasi yang bisa diperoleh setiap individu adalah USD100 atau sekitar Rp1,6 juta.

Namun, nominal akhir yang diterima setiap pengguna kemungkinan besar akan lebih rendah dari angka maksimal tersebut. Hal ini disebabkan oleh pembagian dana yang harus mencakup biaya administrasi hukum serta jumlah total klaim valid yang masuk ke sistem.

Sebagai bagian dari poin kesepakatan, Google diwajibkan memperbarui kebijakan privasi dan transparansi pada sistem Android. Perusahaan harus memberikan penjelasan yang lebih gamblang mengenai penggunaan data di latar belakang serta menyediakan opsi persetujuan yang lebih jelas bagi pengguna.

Proses pengajuan klaim akan dilakukan melalui situs resmi penyelesaian gugatan yang telah disediakan. Hingga saat ini, jadwal pencairan dana masih menunggu keputusan final dari pihak pengadilan terkait validasi seluruh berkas pemohon.

Recommended