Kotoran Burung Laut Dongkrak Kemakmuran Kerajaan Kuno Chincha

Penelitian mengungkap kotoran burung laut (guano) membantu Kerajaan Chincha di Peru meningkatkan hasil panen dan kemakmuran antara 1000-1400 M.

Kejayaan peradaban kuno seringkali dikaitkan dengan kekuatan militer, perdagangan, atau kemajuan teknologi. Namun, sebuah studi terbaru mengungkap faktor tak terduga yang berperan dalam kemakmuran Kerajaan Chincha di Amerika Selatan: kotoran burung laut.

Kerajaan Chincha merupakan masyarakat pesisir yang berkembang di Lembah Chincha, Peru selatan, antara tahun 1000 hingga 1400 M. Mereka kemudian bergabung dengan Kekaisaran Inca pada abad ke-15.

Riset yang dipublikasikan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa masyarakat Chincha memanfaatkan guano, atau kotoran burung laut yang kaya nutrisi, sebagai pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian, khususnya tanaman jagung.

Guano adalah endapan kotoran burung laut yang kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium. Kandungan nutrisi tinggi ini menjadikannya pupuk alami yang sangat efektif untuk pertumbuhan tanaman.

Arus laut Humboldt di sepanjang pesisir Peru menciptakan ekosistem yang kaya ikan. Kondisi ini mendukung populasi burung laut seperti pelikan, cormorant, dan booby yang banyak ditemukan di pulau-pulau lepas pantai. Endapan kotoran mereka selama bertahun-tahun membentuk lapisan guano yang tebal.

Para peneliti menemukan bukti bahwa masyarakat Chincha kemungkinan telah menggunakan guano sebagai pupuk ladang jagung setidaknya sejak sekitar tahun 1250 M.

Untuk meneliti praktik pertanian ini, para ilmuwan menganalisis 35 sampel jagung kuno yang ditemukan di makam-makam di Lembah Chincha. Analisis kimia menunjukkan kadar nitrogen yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi alami tanah di wilayah tersebut.

Temuan ini mengindikasikan bahwa tanaman jagung tersebut dipupuk dengan guano burung laut. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Jacob Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney.

"Komunitas pra-Hispanik di Peru selatan menggunakan guano burung laut untuk menanam jagung setidaknya 800 tahun lalu," kata Bongers.

Ia menjelaskan bahwa pupuk alami ini memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat setempat.

"Sebagai pupuk yang sangat efektif dan bernilai tinggi, guano memungkinkan masyarakat lokal meningkatkan hasil panen dan memperluas jaringan perdagangan," ujar Bongers.

Peningkatan produksi jagung menghasilkan surplus pangan bagi masyarakat Chincha. Surplus ini kemudian mendukung pertumbuhan populasi, perdagangan, serta memperkuat ekonomi kerajaan tersebut.

Para peneliti juga berpendapat bahwa keberhasilan pertanian berbasis guano berperan dalam memperkuat posisi Chincha di wilayah pesisir Andes sebelum akhirnya bersekutu dengan Kekaisaran Inca.

Dr. Bongers menambahkan bahwa sumber daya sederhana seperti kotoran burung dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan masyarakat.

"Guano mungkin terlihat sepele, tetapi penelitian kami menunjukkan sumber daya ini dapat berkontribusi besar terhadap perubahan sosial, politik, dan ekonomi di Andes Peru," jelasnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sederhana di alam, bahkan sesuatu yang dianggap menjijikkan seperti kotoran burung, dapat memainkan peran penting dalam membentuk sejarah peradaban manusia.

Recommended