Google menawarkan solusi menarik bagi pengguna yang masih mengandalkan laptop lama, terutama setelah dukungan Windows 10 dihentikan Microsoft pada Oktober 2025 lalu. Raksasa teknologi ini memperkenalkan ChromeOS Flex sebagai alternatif sistem operasi yang lebih ringan dan aman, didukung dengan peluncuran USB Kit khusus.
Untuk mempermudah adopsi perangkat lunak berbasis cloud ini, Google menjalin kerja sama dengan Back Market, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk teknologi rekondisi. Kemitraan ini bertujuan memperluas jangkauan ChromeOS Flex ke lebih banyak pengguna individual maupun organisasi, mengubah laptop uzur menjadi mesin produktif.
Google secara aktif mempromosikan ChromeOS Flex sebagai cara efektif untuk mengubah laptop tua menjadi perangkat yang berkelanjutan dan aman. Melalui kerja sama ini, sistem operasi tersebut kini tersedia dalam bentuk paket USB fisik, memudahkan proses instalasi bagi banyak kalangan.
Dilansir dari Detik iNET, Google membanderol paket USB ChromeOS Flex ini seharga USD 3, atau sekitar Rp 48 ribu. Pengguna dapat memanfaatkan flashdisk tersebut untuk memasang sistem operasi berbasis web ini secara cepat pada mesin Windows atau Mac yang sudah ada.
Alat ini dirancang sebagai solusi praktis untuk mengatasi fenomena penuaan perangkat keras yang disengaja oleh produsen. Namun, perangkat USB yang terjangkau ini dilaporkan telah ludes terjual di situs Back Market, menunjukkan tingginya minat konsumen.
Google juga merilis daftar model laptop bersertifikat yang dipastikan dapat menjalankan ChromeOS Flex dengan lancar. Hal ini mengindikasikan bahwa pemasangan sistem operasi mungkin tidak berhasil pada perangkat keras yang belum mengantongi sertifikasi tersebut, atau kinerjanya tidak optimal.
Dukungan perangkat lunak menjadi tantangan besar di industri teknologi. Microsoft sendiri masih memberikan tambahan waktu pembaruan keamanan untuk beberapa pengguna Windows 10 hingga Oktober 2026. Namun, jumlah komputer yang tidak dapat diperbarui ke Windows 11 terus bertambah pesat.
Oleh karena itu, Google gencar memasarkan ChromeOS Flex sebagai upaya agar mesin lawas tetap bisa dimanfaatkan untuk tugas-tugas produktivitas ringan. Langkah ini juga diklaim ramah lingkungan karena menekan biaya pengadaan perangkat keras baru dan mengurangi jejak karbon, seperti dikutip dari Detik iNET.
Sistem operasi ini bahkan diklaim mampu mengurangi konsumsi energi hingga 19 persen dibandingkan perangkat lunak sejenis. Inisiatif Google ini dinilai sangat masuk akal bagi pemilik laptop jadul yang menganggur di rumah, daripada harus membuangnya begitu saja.
ChromeOS Flex adalah sistem operasi ringan dengan prioritas cloud-first, yang didesain untuk merevitalisasi laptop dan desktop lama, termasuk perangkat Windows PC dan Mac. Tujuannya adalah membuat perangkat tersebut kembali responsif untuk aktivitas harian.
Model penggunaan ChromeOS Flex sangat bergantung pada aplikasi web dan layanan internet. Ini membuatnya ideal untuk menjelajah web, mengakses dokumen daring, melakukan rapat virtual, mendukung pembelajaran jarak jauh, dan tugas administratif ringan.
Meskipun demikian, ada batasan penting. Berbeda dengan ChromeOS standar pada Chromebook, ChromeOS Flex tidak mendukung aplikasi Android. Dukungan untuk aplikasi Linux juga terbatas, artinya perangkat tidak akan cocok untuk tugas berat seperti penyuntingan video profesional atau gaming modern.
Persiapan Instalasi ChromeOS Flex
Salah satu keunggulan utama ChromeOS Flex adalah kemampuannya untuk dijalankan langsung dari USB flash drive atau kartu SD. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menguji sistem operasi tanpa menghapus OS yang sudah ada, meskipun performa terbaik disarankan melalui instalasi penuh.
Proses instalasi ChromeOS Flex dikenal cepat dan mudah. Langkah pertama yang perlu disiapkan adalah USB flash drive atau kartu SD dengan kapasitas minimal 8GB. Selain itu, diperlukan komputer berbasis Windows, Mac, atau Linux untuk membuat installer ChromeOS Flex.
Penting untuk diingat bahwa instalasi penuh akan menghapus seluruh isi hard drive perangkat target. Oleh karena itu, pengguna wajib mencadangkan semua file penting terlebih dahulu. Proses pembuatan installer USB juga akan menghapus data pada flash drive yang digunakan.
Untuk menjalankan ChromeOS Flex, laptop atau desktop target harus kompatibel dengan arsitektur Intel atau AMD x86-64-bit (disarankan model setelah tahun 2010), memiliki RAM minimal 4GB, penyimpanan minimal 16GB, dan akses penuh ke BIOS. Setelah semua persiapan selesai, proses pembuatan installer USB dapat dimulai.
| Poin Pemeriksaan | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Cek apakah model laptop atau desktop masuk daftar dukungan Google | Pastikan kebutuhan utama hanya untuk web, dokumen, atau kerja ringan |
| Ingat bahwa aplikasi Android tidak didukung | Pastikan penyimpanan, RAM, dan port USB masih berfungsi baik |
Langkah-langkah Membuat Installer USB
- Buka browser Chrome di perangkat Windows, Mac, atau ChromeOS. Tambahkan ekstensi Chromebook Recovery Utility melalui Chrome Web Store.
- Buka menu ekstensi (ikon potongan puzzle) di sudut kanan atas browser. Pilih dan jalankan Chromebook Recovery Utility. Aktifkan ekstensi jika diminta melalui "Kelola Ekstensi".
- Dalam Recovery Utility, pilih ChromeOS Flex, bukan model Chromebook untuk dipulihkan.
- Masukkan flash drive atau kartu SD ke perangkat pembuat installer, lalu pilih sebagai drive target dan klik "Buat Sekarang". Proses ini dapat memakan waktu hingga 20 menit.
- Setelah selesai, keluarkan drive. Installer kini siap digunakan.
Proses Instalasi dan Pengujian
Selanjutnya, siapkan laptop yang akan dikonversi dalam keadaan mati dan masukkan installer ChromeOS Flex. Langkah krusial adalah melakukan boot dari flash drive, bukan dari drive internal. Tekan tombol boot (yang bervariasi tergantung merek) saat laptop dinyalakan.
Google menyediakan daftar tombol boot untuk berbagai produsen utama. Pilih drive USB dari menu boot yang muncul. Jika berhasil, Anda akan melihat layar pembuka ChromeOS Flex. Dari sana, pengguna dapat memilih untuk menguji sistem operasi langsung dari flash drive atau menginstalnya ke penyimpanan internal. Instalasi penuh akan menghapus semua data dan OS lama, membutuhkan waktu hingga 20 menit. Setelah itu, sambungkan ke Wi-Fi, setujui persyaratan layanan, dan masuk dengan akun Google Anda.