Meta, perusahaan induk Instagram, sedang melakukan uji coba terhadap layanan langganan premium terbaru yang diberi nama Instagram Plus. Layanan ini menawarkan berbagai fitur tambahan, khususnya untuk pengalaman Instagram Stories, namun mengharuskan pengguna merogoh kocek bulanan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengumuman Meta pada Januari lalu terkait rencananya untuk menghadirkan fitur berbayar di seluruh ekosistem aplikasinya, termasuk Facebook dan WhatsApp. Uji coba Instagram Plus ini telah terdeteksi di beberapa wilayah, seperti Jepang, Meksiko, dan Filipina, seperti yang dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan TechCrunch.
Fitur-fitur yang ditawarkan Instagram Plus mayoritas berfokus pada peningkatan penggunaan Instagram Stories. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan untuk melihat Story pengguna lain secara anonim, tanpa terdeteksi oleh pemilik Story.
Selain itu, pelanggan Instagram Plus juga akan mendapatkan kemampuan untuk mengetahui berapa kali Story mereka ditonton ulang oleh orang yang sama. Ada pula pilihan untuk memperpanjang durasi tayang Story hingga 48 jam, memberikan waktu lebih bagi konten untuk dilihat.
Fitur Interaksi dan Privasi Lebih
Layanan premium ini juga menyertakan fitur Superlike untuk memberikan apresiasi lebih pada Story, serta kemampuan untuk melakukan 'spotlight' pada Story seminggu sekali. Fitur spotlight ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan atau visibilitas unggahan Story.
Bagi pengguna yang membutuhkan kontrol privasi lebih, Instagram Plus menyediakan daftar audiens tanpa batas. Fitur ini merupakan pengembangan dari 'Close Friends' yang sudah ada, memungkinkan pengguna lebih fleksibel dalam mengelompokkan siapa saja yang boleh melihat unggahan tertentu. Pelanggan juga dapat mencari nama spesifik dalam daftar penonton Story mereka.
Perbedaan dengan Meta Verified dan Potensi Harga
Instagram Plus ini berbeda dengan layanan Meta Verified yang menawarkan centang biru dan perlindungan akun. Instagram Plus murni berfokus pada fitur fungsional di dalam aplikasi. Meta sendiri bukan pemain pertama dalam ranah langganan premium; Snapchat+ telah lebih dulu sukses, diikuti oleh X (sebelumnya Twitter) dengan layanan X Premium.
Meskipun Meta belum merilis pernyataan harga resmi, laporan dari pengguna di wilayah uji coba menunjukkan bahwa harganya cukup terjangkau. Di Filipina, tarifnya sekitar USD 1 atau setara Rp 15 ribuan. Sementara itu, di Jepang dan Meksiko, harga dipatok sedikit di atas USD 2, sekitar Rp 30 ribuan. Belum ada informasi pasti kapan layanan ini akan tersedia bagi pengguna di Indonesia.