PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) sebesar Rp 2 triliun.
Pencapaian ini melampaui pedoman kinerja (guidance) perusahaan yang sebelumnya menargetkan angka Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun. Bahkan, EBITDA grup yang disesuaikan khusus untuk kuartal IV melesat 106% menjadi Rp 672 miliar, meningkat signifikan dari Rp 326 miliar pada kuartal IV-2024.
Menurut siaran pers yang dirilis pada Rabu (11/3), pendapatan bersih Grup GoTo secara proforma mengalami pertumbuhan 24% (year on year/YoY) menjadi Rp 18,3 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users) sebesar 24% menjadi 66 juta di seluruh ekosistem.
Secara faktual, pendapatan bersih Grup GoTo naik 15% menjadi Rp 18,32 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15,89 triliun. Pendapatan bersih GoTo untuk kuartal IV juga mengalami peningkatan 19% menjadi Rp 5,03 triliun, naik dari Rp 4,23 triliun pada kuartal IV-2024.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang tahun 2026.
Hans menambahkan, "Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik," kata Hans dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Hans melanjutkan, "Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut."
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan ini mencerminkan keberhasilan dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).
Simon menambahkan, "Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif."
Sepanjang tahun 2025, GoTo berhasil mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan (adjusted free cash flow) positif sebesar Rp966 miliar untuk tahun penuh 2025.
Meskipun demikian, GoTo masih membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 1,50 triliun, yang terpangkas 73% dari rugi periode berjalan di tahun 2024 sebesar Rp 5,47 triliun. Rugi periode berjalan khusus untuk kuartal IV juga dipangkas hingga 45% menjadi Rp 505 miliar, dari Rp 926 miliar pada kuartal IV-2024. Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dipangkas 77% menjadi Rp 1,19 triliun.
Simon menyatakan, "Kami juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif. Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026."
Untuk bisnis GoTo Financial (GTF), nilai transaksi bruto (GTV) inti meningkat 54% menjadi Rp370 triliun, didorong oleh kuatnya segmen pembayaran konsumen, pertumbuhan pengguna, dan transaksi. Unit usaha fintech ini mencapai rekor lebih dari 600 juta transaksi bulanan di Desember 2025, naik 76% YoY seiring dengan penambahan fitur-fitur baru.
Pendapatan bersih GTF melonjak 62% YoY menjadi Rp5,8 triliun, didukung oleh ekspansi nilai buku (outstanding) pinjaman konsumen dan pertumbuhan transaksi pembayaran. Pendapatan pinjaman GTF juga melesat 95% YoY menjadi Rp3,8 triliun, ditopang oleh peningkatan nilai buku pinjaman konsumen menjadi Rp8,8 triliun, atau naik 68% YoY.
Untuk On-Demand Service yang dijalankan Gojek, GTV naik 7,5% menjadi Rp66,5 triliun. Pendapatan bersih Gojek juga naik 16% YoY menjadi Rp12,6 triliun, didukung oleh optimalisasi product mix, pendapatan iklan yang lebih tinggi, dan belanja insentif yang disiplin.
Sebelumnya, perseroan juga memberikan Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026 kepada sekitar 400.000 mitra yang memenuhi syarat.
Per 31 Desember 2025, perusahaan memegang posisi kas, setara kas, dan deposito jangka pendek sebesar Rp 22,1 triliun.