Kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp 120.000 per kilogram, melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp 57.000 per kilogram, mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk bertindak. Kondisi ini ditemukan saat Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, bersama Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Roro melakukan inspeksi harga di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.
I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan penurunan produksi. "Kalau cabai ini karena hujan. Jadi produksinya kurang. Mestinya ini pasokan ke Jakarta dan dari Kediri itu kepecah, ada yang ke Bali," kata Ketut, Selasa (17/3/2026).
Meskipun demikian, Ketut menambahkan bahwa secara tren nasional, harga cabai sebenarnya sedang mengalami penurunan, termasuk di Jakarta. Namun, ia mengakui bahwa beberapa pedagang masih menjual dengan harga tinggi. Pasokan cabai ke Jakarta juga dilaporkan mulai stabil, dengan produksi dari sentra seperti Kediri, Jawa Timur, yang membaik.
Lebih lanjut, Ketut menyebutkan bahwa harga cabai merah keriting telah turun dari Rp 75.000-80.000 per kilogram menjadi Rp 55.000-60.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga mengalami penurunan harga dari Rp 120.000 menjadi Rp 95.000-100.000 per kilogram. "Kenapa? Karena produksi di Kediri sudah banyak, pasokan udah mulai bagus. Sehingga fasilitasi distribusi yang disiapkan badan panggung nasional sudah kita close. Jadi ini normal, pasokan udah mulai normal," imbuhnya.
Selain cabai, Bapanas juga menyoroti harga bawang putih yang masih tinggi di pasar. Pedagang mengungkapkan bahwa harga modal di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) memang sudah tinggi. Bapanas berencana mengambil tindakan tegas terkait hal ini. "Yang di Bapak (pedagang) awal agak tinggi, karena infonya mendapatkan angka di PIKJ (Pasar Induk Kramat Jati) sudah agak tinggi, sehingga kami akan turun ke PIKJ. Mungkin izin bu Wamen, kami akan ajak teman-teman Ditjen PKTN untuk turun juga," jelasnya.
Ketut meyakinkan bahwa ketersediaan pangan secara keseluruhan aman untuk menghadapi hari raya Idul Fitri. "Nah kemudian secara keseluruhan teman-teman, stok aman. Sangat-sangat aman. Beras, kemudian bawang merah, bawang putih, daging (sapi), daging ayam, telur ayam, sangat-sangat cukup untuk menghadapi Lebaran, bahkan setelah Lebaran," jelasnya.