PSBS Biak Berjuang Keluar dari Tekanan Degradasi Liga 1

Marian Mihail sebut PSBS Biak unik karena bermain tanpa dukungan suporter di kandang, berjuang keluar dari zona degradasi BRI Super League.

Marian Mihail menyebut PSBS Biak sebagai tim yang unik karena harus bermain tanpa dukungan suporter di kandang sendiri. Skuad Badai Pasifik terpaksa bermarkas sementara di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Menurut Mihail, situasi ini memengaruhi atmosfer pertandingan, bahkan mengibaratkan laga kandang seperti partai uji coba.

"Kami ini tim yang unik karena tidak memiliki penonton. Bermain di stadion sendiri terasa seperti laga persahabatan. Terkadang berhasil, terkadang tidak. Pemain butuh penonton untuk memberi dorongan," ujar Mihail.

Hingga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, PSBS Biak masih berjuang keluar dari tekanan. Mereka tertahan di peringkat ke-16, tepat di batas zona degradasi, dengan 18 poin dari 23 pertandingan.

Mihail membandingkan situasinya di PSBS Biak dengan pengalamannya saat menangani PSS Sleman. Ia mengatakan, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi tim saat dalam situasi sulit.

"Saya ingat saat di PSS Sleman, ketika keadaan sulit penonton bisa membawa kami menuju kemenangan. Tapi kami harus menerima keadaan dan mencari solusi," katanya.

Musim ini, Badai Pasifik harus memainkan laga kandang di Stadion Maguwoharjo tanpa penonton. Kondisi tersebut membuat atmosfer pertandingan terasa hambar dan minim tekanan bagi lawan.

"Tapi saya di sini untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan saya untuk membantu tim yang sangat baik ini. Saya optimis kami bisa menyelamatkan tim ini," sambung pelatih berusia 67 tahun tersebut.

Rotasi dan Jeda Lebaran

Pelatih asal Rumania tersebut juga menyoroti pentingnya rotasi pemain, terutama dengan adanya jeda kompetisi pada pertengahan Maret hingga awal April karena libur Lebaran.

"Kami harus melihat pemain lain yang bisa membantu karena masih ada 11 pertandingan tersisa. Ada jeda hampir satu bulan dan saya harap kami bisa membangun skuad yang lebih dalam," jelasnya.

Sejak didatangkan pada 10 Februari lalu, Mihail sudah memimpin dua pertandingan bersama PSBS. Hasilnya, sekali imbang 1-1 kontra Persis Solo dan kalah 2-4 dari PSIM Yogyakarta.

Dalam dua laga tersebut, ia menerapkan formasi 5-3-2 dengan lima bek untuk memperkuat lini pertahanan. Skema itu dinilai cukup efektif, terutama pada babak pertama saat menghadapi PSIM (27/2/2026).

Alasan Pergantian Pemain dan Evaluasi Fisik

Marian Mihail juga menjelaskan alasan melakukan pergantian pemain di babak kedua saat melawan PSIM, meskipun formasi 5-3-2 di paruh pertama berjalan baik.

"Berdasarkan data yang kami miliki, beberapa pemain tidak bisa bermain lebih dari 50-60 menit. Contohnya Nelson Alom, dia sudah lama tidak bermain, meskipun saya sangat menyukainya karena dia pemain yang sangat disiplin dan memberi ruang bagi Eduardo untuk lebih menyerang," ungkapnya.

Menurut Mihail, pergantian itu murni didasarkan pada kesiapan fisik. Pemain yang lama absen memang membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme pertandingan.

"Jadi ini masalah kesiapan fisik bagi beberapa pemain saja. Pemain yang sudah lama absen meski berlatih mereka kehilangan ritme pertandingan. Saya juga senang dengan masuknya Iqbal Hadi. Meski belum melakukan hal yang luar biasa, dia menunjukkan bahwa dia adalah pemain masa depan," puji Mihail.

Recommended