Harga patokan ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dan emas mengalami kenaikan. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) ditetapkan HPE-nya sebesar US$ 6.792,97 per Wet Metrik Ton (WMT).
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,63% dibandingkan dengan periode pertama Maret 2026, yaitu US$ 6.684,18 per WMT.
Sementara itu, HPE emas juga mengalami kenaikan menjadi US$ 165.118,45 per kilogram, naik dari US$ 161.568,53 per kilogram. Harga Referensi (HR) emas juga terkerek naik menjadi US$ 5.135,76 per troy ounce (t oz) dari sebelumnya US$ 5.025,35 per t oz.
Ketetapan terkait HPE dan HR ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 422 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.
HPE dan HR yang baru ini berlaku efektif mulai tanggal 15 hingga 31 Maret 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana menjelaskan bahwa kenaikan HPE konsentrat tembaga pada periode kedua Maret 2026 dipicu oleh meningkatnya permintaan global, terutama dari sektor kelistrikan, manufaktur, dan teknologi. Hal ini disampaikan dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).
Tommy menambahkan, kenaikan harga mineral yang menjadi komponen penyusun konsentrat tembaga menjadi dasar perhitungan HPE periode kedua Maret 2026.
Selama periode pengumpulan data, tercatat kenaikan harga tembaga sebesar 0,62%, emas naik 2,20%, dan perak naik 5,76%.
"Kemudian untuk emas, kenaikan HPE dan HR disebabkan oleh meningkatnya permintaan logam mulia yang untuk kebutuhan industri dan investasi," terang Tommy.
Penetapan HPE dan HR didasarkan pada masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Data yang digunakan mengacu pada London Metal Exchange (LME) untuk tembaga dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.
Tommy menjelaskan, penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.