Pasar logam mulia kembali dikejutkan dengan pergerakan harga yang cukup volatil pada pertengahan Februari ini. Setelah sempat memberikan harapan bagi para investor dengan kenaikan signifikan di awal bulan, hari ini grafik menunjukkan arah yang berlawanan. Penurunan yang terjadi cukup dalam, menciptakan celah bagi mereka yang sedang menunggu momentum untuk melakukan akumulasi aset aman (safe haven).
Bagi Anda yang terus memantau pergerakan portofolio, kondisi pasar saat ini memerlukan kecermatan ekstra. Apakah ini sekadar koreksi teknis setelah menyentuh angka fantastis di akhir Januari, ataukah ada faktor makroekonomi yang menekan daya tawar emas batangan di pasar domestik? Satu yang pasti, fluktuasi ini menjadi sinyal penting bagi para trader maupun investor jangka panjang.
Dikutip dari investor.id 17/2/26, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau merosot cukup tajam. Penurunan ini menyambung tren negatif yang sudah mulai terasa sejak awal pekan, menandakan adanya tekanan jual yang cukup konsisten di pasar fisik logam mulia Indonesia.
Update Detail Harga Emas Hari Ini 17 Februari 2026
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas batangan Antam hari ini kembali ambles sebesar Rp22.000, yang menempatkan harga jual di level Rp2.918.000 per gram. Angka ini menunjukkan pelemahan lanjutan, mengingat pada Senin (16/2/2026) kemarin, harga sudah lebih dulu terkoreksi Rp14.000 ke posisi Rp2.940.000 per gram.
Penurunan beruntun dalam dua hari terakhir ini seolah menghapus keuntungan yang sempat dirasakan investor pada akhir pekan lalu. Sebagai catatan, pada Sabtu (14/2/2026), harga emas Antam sempat melonjak drastis hingga Rp50.000 per gram ke level Rp2.954.000. Dinamika “roller coaster” ini memang lazim terjadi di pasar komoditas, terutama saat tensi geopolitik atau data ekonomi global sedang fluktuatif.
Meskipun saat ini sedang mengalami koreksi, secara year-to-date (ytd) performa emas Antam sebenarnya masih sangat mengesankan. Jika dibandingkan dengan posisi 1 Januari 2026 yang berada di Rp2.488.000 per gram, emas telah mencatatkan kenaikan sekitar 17% sepanjang tahun ini. Namun, harga saat ini masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) yang sempat menyentuh Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026 lalu.
Pergerakan Harga Buyback dan Analisis Pasar
Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback juga mengalami tekanan yang sama. Hari ini, harga buyback emas Antam turun Rp22.000 menjadi Rp2.706.000 per gram. Bagi pemilik emas yang berencana melakukan likuidasi atau menjual kembali koleksinya ke butik Antam, angka ini menjadi acuan utama sebelum dipotong pajak sesuai regulasi yang berlaku.
Mekanisme Pajak Transaksi Emas
Penting bagi investor untuk memahami bahwa setiap transaksi emas batangan di Indonesia terikat dengan aturan perpajakan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, berikut adalah detailnya:
-
Pajak Pembelian: Dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
-
Pajak Penjualan (Buyback): Penjualan dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pihak manajemen PT Aneka Tambang Tbk dalam berbagai kesempatan resmi selalu mengingatkan bahwa emas adalah investasi jangka panjang. Koreksi harga harian seperti yang terjadi hari ini sering kali dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS atau kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, yang membuat aset tanpa bunga seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor global untuk sementara waktu.
Daftar Harga Pecahan Emas Antam 17 Februari 2026
Berikut adalah rincian harga berbagai pecahan emas batangan Antam sebelum pajak yang tercatat pada Selasa, 17 Februari 2026:
-
0,5 gram: Rp1.509.000
-
1 gram: Rp2.918.000
-
2 gram: Rp5.776.000
-
3 gram: Rp8.639.000
-
5 gram: Rp14.365.000
-
10 gram: Rp28.675.000
-
25 gram: Rp71.562.000
-
50 gram: Rp143.045.000
-
100 gram: Rp286.012.000
-
250 gram: Rp714.765.000
-
500 gram: Rp1.429.320.000
-
1.000 gram: Rp2.858.600.000
Tips Investasi di Tengah Penurunan Harga
Banyak pakar keuangan menyarankan strategi dollar cost averaging atau membeli secara bertahap saat harga terkoreksi. Penurunan sebesar Rp22.000 per gram hari ini bisa dianggap sebagai diskon pasar bagi mereka yang memiliki profil risiko moderat dan ingin menambah saldo emas digital maupun fisik mereka. Namun, pastikan selalu memantau sentimen ekonomi global karena harga emas domestik sangat bergantung pada harga emas dunia dan kurs rupiah.