Harga emas terus mengalami kenaikan hingga menembus angka Rp 3 juta per gram. Menanggapi tren ini, muncul pertanyaan apakah sebaiknya investor menjual atau justru menambah koleksi emas mereka?
Financial Planner, Melvin Mumpuni, menekankan bahwa keputusan untuk menjual emas sebaiknya tidak didasarkan pada tren harga semata, melainkan pada tujuan awal investasi. Menurutnya, jika tujuan keuangan seperti pendidikan telah tercapai dan sudah waktunya menjual, maka penjualan dapat dilakukan.
Melvin menjelaskan dalam acara 'Prima Talk Show' di Gade Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026), "Kalau memang tujuannya ini sudah tercapai misal untuk pendidikan, dan itu memang sudah waktunya jual, ya sudah memang waktunya untuk dijual."
Melvin juga menyoroti potensi harga emas untuk terus meningkat. Ia menyarankan investor agar memiliki tujuan keuangan yang jelas daripada hanya mengikuti fluktuasi harga.
"Emas itu sekarang sudah naik, sudah untung gede gitu, masih bisa naik lagi gak? Iya, masih bisa gitu, masih possible. Makanya kembali lagi, sekarang ada tujuan keuangan gak? Kalau memang itu enggak, ya kenapa harus dijual," imbuhnya.
Senada dengan Melvin, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, memilih untuk terus menambah koleksi emas, baik dalam bentuk digital maupun fisik. Baginya, emas bukan sekadar komoditas perdagangan, tetapi juga aset pelindung nilai masa depan yang sangat efektif.
Yos memberikan analogi mengenai kekuatan emas sebagai alat proteksi nilai. Ia membandingkan nilai beli emas 1 kilogram di masa lalu dengan saat ini.
Dulu, 1 kg emas mungkin setara dengan harga sepeda motor Honda Astrea. Namun, saat ini, nilai emas dengan berat yang sama telah meningkat berkali-kali lipat.
"Tapi 1 kilogram tahun ini itu ekuivalen dengan Rp 3 miliar, mungkin dapet rumah yang Rp 3 miliar rumahnya sudah bagus ya, Dari tadinya motor, (sekarang) dapetnya rumah," ujar Yos.
Yos mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan kenaikan harga emas jangka pendek, terutama jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk menjual atau menggadai.
"Jadi tolong jangan tergoda ketika lihat, emas sudah naik nih, udah harga sekian nih, oh you are a trader. Not an investor, not thinking about your future, itu aja," tambah Yos.