Harga emas perhiasan di pasar ritel dalam negeri kompak melemah pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Sejumlah gerai emas dan platform jual beli logam mulia mencatat penurunan cukup dalam, terutama untuk kadar tinggi 24 karat. Setelah sempat menyentuh rekor pada akhir Januari, grafik kini berbalik turun.
Di hari yang sama, Harga Emas Perhiasan kadar 24K (99 persen) tercatat di kisaran Rp2.222.000 per gram. Angka ini merosot sekitar Rp156.000 dibanding posisi sehari sebelumnya yang masih bertahan di Rp2.378.000. Koreksi ini langsung terasa di toko-toko emas karena pembeli mendadak ramai, sebagian berburu harga miring, sebagian lagi menahan transaksi sambil menunggu arah pasar.
Penurunan cepat tersebut menandai berakhirnya fase reli panjang emas ritel yang berlangsung sejak awal tahun. Selama Januari, harga sempat merangkak agresif dan memicu aksi borong. Kini, tekanan jual muncul bersamaan dengan sentimen global yang berubah.
Koreksi Global Seret Harga Domestik
Pergerakan emas dalam negeri tidak berdiri sendiri. Harga sangat dipengaruhi pasar internasional. Saat dolar Amerika Serikat menguat dan ekspektasi suku bunga bank sentral global kembali naik, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai ikut tergerus.
Kondisi itu memicu investor global melakukan profit taking. Harga emas dunia terkoreksi, lalu imbasnya merembet ke pasar domestik, termasuk segmen perhiasan. Produk ritel cenderung lebih sensitif karena mengikuti permintaan harian konsumen.
Di sisi lain, emas batangan masih relatif lebih stabil. Selisih pergerakan ini wajar karena perhiasan dipengaruhi faktor tambahan seperti ongkos produksi, desain, dan margin toko.
Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Berdasarkan pantauan sejumlah gerai perhiasan nasional dan platform perdagangan emas, berikut kisaran harga jual per gram (belum termasuk ongkos pembuatan):
-
24K (99%) : Rp2.222.000
-
22K (91,6%) : Rp1.843.000
-
18K (75%) : Rp1.506.000
-
17K / emas tua (70–75%) : Rp1.421.000
-
10K / emas muda (41–42%) : Rp830.000
-
9K (37,5%) : Rp745.000
Harga bisa berbeda di tiap kota dan toko. Desain rumit atau merek tertentu biasanya menambah biaya.
Respons Konsumen: Antara Beli atau Tunggu
Situasi di lapangan terbelah dua. Sebagian pembeli melihat momen ini sebagai “diskon dadakan”. Mereka menganggap harga lebih murah cocok untuk akumulasi.
Namun ada juga yang bersikap hati-hati. Fluktuasi tajam dalam dua pekan terakhir membuat banyak orang memilih menunggu harga stabil dulu. Kekhawatirannya sederhana: jangan sampai beli hari ini, besok turun lagi.
Fenomena ini umum terjadi ketika pasar masuk fase koreksi. Euforia FOMO (fear of missing out) berubah menjadi wait and see.
Aturan Pajak Masih Berlaku
Transaksi emas perhiasan tetap mengikuti ketentuan perpajakan pemerintah. Beberapa poin penting yang masih berlaku:
-
Penjualan ke konsumen akhir dikenakan PPN sesuai ketentuan yang berlaku.
-
Pembelian emas tertentu terkena PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari nilai transaksi.
-
Transaksi buyback bernilai besar dapat dikenakan potongan pajak tambahan, tergantung status NPWP.
Karena itu, nota pembelian dan bukti potong pajak sebaiknya disimpan. Dokumen ini penting jika suatu saat ada pelaporan pajak atau penjualan kembali.
Risiko Investasi Perhiasan Tak Sama dengan Batangan
Banyak orang mengira semua emas sama. Faktanya tidak.
Perhiasan punya komponen biaya pembuatan. Saat dijual kembali, ongkos itu biasanya tidak dihitung. Akibatnya harga buyback bisa lebih rendah dari harga beli, meski kadar emas tinggi.
Selain itu, faktor keamanan juga perlu dipikirkan. Penyimpanan fisik berisiko hilang atau rusak. Berbeda dengan emas batangan bersertifikat atau emas digital yang lebih praktis.
Jadi, kalau tujuan murni investasi, selisih biaya ini wajib diperhitungkan sejak awal.
Tips Belanja Saat Harga Turun
Beberapa strategi sederhana bisa dipakai agar tetap rasional:
-
Pilih kadar tinggi, minimal 17K ke atas, supaya nilai jual kembali lebih stabil.
-
Hindari desain terlalu rumit jika fokusnya investasi, karena ongkos bikin mahal.
-
Bandingkan harga beberapa toko sebelum transaksi.
-
Minta uji kadar emas di tempat untuk memastikan keaslian.
-
Simpan semua dokumen pembelian.
Langkah-langkah ini terdengar sepele, tapi sering diabaikan.
Alternatif: Emas Digital Makin Dilirik
Selain perhiasan fisik, tren emas digital juga tumbuh. Nominal pembelian bisa sangat kecil, bahkan mulai ribuan rupiah. Harga mengikuti pasar dunia secara real time.
Banyak orang memilih cara ini karena praktis dan tak perlu memikirkan penyimpanan. Jika ingin, saldo emas digital tetap bisa dicetak menjadi emas fisik.
Pilihan kembali pada tujuan masing-masing: dipakai gaya hidup atau simpanan jangka panjang.
Kesimpulan
Penurunan Harga Emas Perhiasan 3 Februari 2026 ke level sekitar Rp2,22 juta per gram menunjukkan pasar sedang beristirahat setelah reli panjang. Ini bukan anomali, melainkan siklus normal komoditas.
Bagi pemburu harga murah, momentum ini menarik. Bagi yang konservatif, menunggu konfirmasi tren juga masuk akal.
Yang terpenting, keputusan beli jangan emosional. Hitung risiko, pahami pajak, dan pilih produk sesuai kebutuhan. Emas tetap instrumen lindung nilai jangka panjang, tapi cara masuknya harus cermat.