Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Melandai di Rp1,12 Miliar saat Zeta dan DeepBook Melejit

Pasar aset digital menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan akhir pekan ini. Di saat aset utama seperti Bitcoin mengalami koreksi tipis, beberapa altcoin justru mencatatkan reli signifikan yang menarik perhatian para trader harian. Pergerakan ini mencerminkan rotasi modal yang cepat di ekosistem kripto, di mana investor mulai melirik proyek-proyek dengan kapitalisasi pasar lebih kecil namun memiliki volatilitas tinggi.

Situasi pasar saat ini menuntut kejelian dalam memantau data real-time, mengingat sentimen global sangat memengaruhi arus likuiditas. Meskipun aset “blue chip” sedang beristirahat, gairah di pasar sekunder membuktikan bahwa minat terhadap teknologi blockchain dan protokol baru masih sangat kuat. Para pelaku pasar kini tengah menimbang apakah penurunan tipis ini merupakan konsolidasi sebelum lonjakan berikutnya atau justru awal dari koreksi yang lebih dalam.

Bagi Anda yang memantau portofolio, memahami pergerakan harga bukan sekadar melihat angka merah atau hijau di layar. Penting untuk melihat tren mingguan hingga bulanan guna mendapatkan gambaran besar mengenai arah pasar. Berikut adalah rincian mendalam mengenai performa Bitcoin dan beberapa aset kripto yang sedang naik daun pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kondisi Bitcoin (BTC): Koreksi Harian di Tengah Tren Bulanan

Aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin (BTC), terpantau mengalami penurunan nilai dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Berdasarkan data dari platform Pintu hingga pukul 10:15 WIB, harga Bitcoin terkoreksi sebesar 1,27 persen. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level Rp1.124.685.650 per koin.

Performa Jangka Pendek dan Menengah

Meskipun hari ini memerah, jika ditarik ke belakang dalam satu minggu terakhir, Bitcoin sebenarnya masih mencatatkan rapor positif dengan kenaikan sekitar 2,50 persen. Namun, bagi investor jangka menengah, tekanan jual terlihat sangat nyata dalam skala bulanan. Tercatat, harga Bitcoin sudah merosot cukup tajam hingga 27,24 persen dalam 30 hari ke belakang.

Analisis Sentimen Pasar

Penurunan Bitcoin ini sering kali dianggap sebagai fase “cooling down” setelah sempat mencapai level psikologis tertentu. Di pasar global, pergerakan BTC sering dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi kompas bagi aset berisiko. Analis pasar sering mengingatkan bahwa koreksi di bawah 2 persen adalah hal yang wajar dalam volatilitas kripto yang tinggi.

Altcoin yang Melawan Arus: Zeta (ZEX) Memimpin Reli

Berbeda nasib dengan Bitcoin, aset kripto Zeta (ZEX) justru menunjukkan performa yang sangat impresif. Di tengah pasar yang cenderung landai, Zeta berhasil mencatatkan kenaikan harga hingga 41,92 persen hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Kenaikan Spektakuler Zeta

Jika melihat performa mingguan, angka kenaikan Zeta bahkan jauh lebih fantastis, yakni mencapai 105,22 persen. Saat ini, Zeta dibanderol dengan harga Rp880,2 per koin. Lonjakan ini menunjukkan adanya akumulasi besar dari para investor atau adanya sentimen positif terkait pengembangan ekosistem proyek tersebut.

DeepBook Protocol (DEEP) Ikut Unjuk Gigi

Selain Zeta, DeepBook Protocol (DEEP) menjadi aset lain yang memberikan keuntungan bagi para pemegangnya hari ini. Kripto dengan kode DEEP ini berhasil naik 16,02 persen dalam sehari terakhir.

Data Harga dan Pertumbuhan

Saat ini, harga DeepBook Protocol berada di angka Rp471,4 per koin. Dalam kurun waktu satu minggu, aset ini juga menunjukkan konsistensi dengan kenaikan total 17,06 persen. Pertumbuhan yang stabil ini menempatkan DEEP sebagai salah satu altcoin yang layak dipantau dalam daftar pantau (watchlist) para trader.

Bagi investor, diversifikasi menjadi kunci utama. Mengalokasikan dana ke berbagai aset, mulai dari Bitcoin yang relatif lebih stabil hingga altcoin yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, dapat membantu memitigasi risiko kerugian besar saat pasar sedang mengalami fluktuasi tajam.

Recommended