IDPPI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Ratusan Dokter di Bandung

Ratusan dokter dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Tenis Meja IDPPI di GOR Basket Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Ajang olahraga sekaligus silaturahmi bagi para tenaga medis kembali digelar di Kota Bandung. Dilansir dari Bola, ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia memadati Hall GOR Basket Universitas Kristen Maranatha untuk mengikuti Kejuaraan Tenis Meja yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Penghobi Pingpong Indonesia (IDPPI).

Turnamen yang diselenggarakan pada Minggu (19/4/2026) ini merupakan agenda rutin tahunan organisasi. Peserta yang berpartisipasi merupakan para dokter serta dokter gigi yang tergabung sebagai anggota IDPPI dari seluruh penjuru tanah air.

Kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelas tunggal A++, A+, A&B, hingga kelas C, D, dan E. Panitia juga membuka kategori veteran untuk usia 60 tahun ke atas, kelas ganda, serta kelas perseorangan putri dengan total hadiah yang disediakan mencapai Rp21 juta.

Ketua IDPPI, Prof. Dr. dr. Yoyos Dias Ismiarto, sp.OT (K), M.KES, CCD menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan milad organisasi sekaligus agenda rutin yang tidak hanya berfokus kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan antar-anggota.

“Ini adalah kegiatan tahunan dalam rangka ulang tahun IDPPI. Selain itu, hampir setiap semester kami juga mengadakan pertandingan serupa di berbagai kota seperti Jakarta, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, hingga Solo,” kata Yoyos Dias Ismiarto.

Saat ini IDPPI memiliki sekitar 400 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi ruang berkumpul bagi para dokter yang selama ini melakukan latihan secara mandiri di daerah mereka masing-masing.

Tenis meja dipilih menjadi cabang yang dilombakan karena sifatnya yang inklusif untuk segala usia. Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat ada peserta yang telah menginjak usia 84 tahun namun tetap aktif bertanding di lapangan.

“Tenis meja adalah olahraga yang bisa dimainkan dari usia muda hingga lanjut usia. Tahun ini saja ada peserta berusia 84 tahun yang masih kuat bermain. Ini luar biasa,” kata Yoyos.

Total peserta pada tahun ini menembus angka lebih dari 100 orang. Para pemain tersebut datang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bangka, Lampung, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat yang bertindak sebagai tuan rumah.

Pihak panitia menegaskan bahwa kejuaraan ini terbuka bagi seluruh dokter dan dokter gigi di Indonesia, tanpa dibatasi untuk alumni Universitas Kristen Maranatha saja. Sistem pertandingan pun dibuat berbeda karena tidak memberlakukan status juara bertahan.

“Tidak ada piala bergilir atau juara bertahan. Setiap tahun peserta bertanding sesuai levelnya, jadi semua punya kesempatan yang sama,” kata Yoyos.

Melalui kejuaraan ini, IDPPI berharap dapat terus mendorong gaya hidup sehat di kalangan tenaga medis sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar-anggota di seluruh Indonesia.

Dukungan Fasilitas Olahraga dari Universitas Kristen Maranatha

Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M. App.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa institusinya berkomitmen menyediakan fasilitas penunjang olahraga agar kegemaran positif ini dapat terwadahi dengan baik.

Terlebih lagi, Universitas Kristen Maranatha memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, yang dinilai selaras dengan profil seluruh peserta kejuaraan yang berprofesi sebagai dokter.

“Jadi sudah alamiah saja kalau kami menyiapkannya untuk memfasilitasi sesama dokternya. Sebagai rektor tidak mungkin tidak mendukung,” kata Frans Umbu Datta.

Pihak universitas juga menyatakan kesiapannya untuk kembali memfasilitasi kegiatan serupa di masa mendatang jika kembali dibutuhkan oleh organisasi.

“Artinya tempat ini selalu siap, kapan saja mau dipakai untuk event-event, tidak saja untuk kebersamaan, Milad maupun kegiatan apapun. Kalau ada unsur olahraganya silahkan gunakan spot centernya Maranatha,” kata Frans Umbu Datta.

“Intinya sehubungan dengan hadirnya Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi di kampus kami, ini juga menjadi bagian untuk memperkenalkan Maranatha pada masyarakat luas,” kata Frans Umbu Datta.

Recommended