Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa harga minyak goreng kemasan rakyat atau Minyakita mulai mengalami tren penurunan di pasar nasional pada Minggu (3/5/2026). Saat ini, rata-rata harga komoditas tersebut menyentuh angka Rp 15.800 per liter di tingkat pedagang.
Dilansir dari Detik Finance, harga tersebut menunjukkan penurunan tipis dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai Rp 15.900 per liter. Meski demikian, banderol tersebut tercatat masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
"Minyak kita nggak ada masalah. Hari ini harganya berapa? Cek ya, sekitar Rp 15.800-an. Padahal sebelumnya Rp 15.900-an. Berarti malah bagus ya," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan, saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Pemerintah mengakui adanya variasi harga yang lebih tinggi di sejumlah wilayah tertentu akibat kendala logistik. Wilayah Papua menjadi salah satu titik di mana harga Minyakita masih tergolong mahal karena tantangan rantai distribusi yang panjang.
Menyikapi kondisi di wilayah timur Indonesia tersebut, Kementerian Perdagangan telah menginstruksikan Bulog untuk mengintervensi distribusi. Langkah ini diharapkan dapat menekan disparitas harga agar sesuai dengan ketentuan nasional.
Budi menegaskan bahwa kondisi stok pangan untuk kategori minyak goreng saat ini berada dalam posisi aman bagi masyarakat. Ia menepis adanya isu kelangkaan pasokan yang beredar di lapangan.
Kementerian Perdagangan memastikan bahwa pengawasan terhadap kelancaran stok tetap dilakukan secara berkala. Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan di daerah-daerah terpencil tetap terjaga agar stabilitas harga dapat tercapai merata di seluruh Indonesia.