Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah dan Kenaikan Minyak

Harga plastik kemasan melonjak hingga Rp58 ribu per kilogram akibat kenaikan harga bijih plastik yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memantau lonjakan harga plastik kemasan yang dikeluhkan pedagang di Pasar Minggu dan Pasar Grogol, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026). Kenaikan harga ini dipicu oleh melambungnya harga minyak dunia sebagai bahan baku utama.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Detik Finance, harga plastik kemasan jenis bening mengalami kenaikan signifikan dari Rp40.000 menjadi Rp58.000 per kilogram. Lonjakan ini diperkirakan terjadi akibat kenaikan harga bijih plastik global yang terdampak ketegangan geopolitik.

Rizal menjelaskan bahwa konflik di wilayah Timur Tengah memicu ketidakstabilan harga minyak mentah. Situasi tersebut secara langsung mengerek biaya produksi bijih plastik yang kemudian berdampak pada harga jual di tingkat pedagang pasar tradisional.

"Mereka mohon support dari pemerintah, dalam hal ini agar harga plastik diturunkan, khususnya untuk plastik kemasan yang warna bening. Cuma yang agak mahal yang warna bening, kalau yang warnanya gelap atau berwarna-warni lebih murah," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog.

Pedagang di lapangan, seperti Rudi di Pasar Minggu, menyatakan bahwa tren kenaikan ini sudah dirasakan sejak menjelang masa Lebaran. Ia menduga penutupan Selat Hormuz menjadi faktor yang memperparah distribusi dan harga bahan baku di pasar domestik.

Guna mengatasi persoalan ini, Perum Bulog berencana melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Langkah ini diambil untuk mencari solusi teknis serta mendorong efisiensi dalam proses produksi kemasan plastik agar beban pedagang dapat berkurang.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penerapan teknologi baru dalam industri pengemasan yang diharapkan mampu menekan biaya produksi di tengah mahalnya bahan baku. Komunikasi intensif terus dilakukan agar ketersediaan plastik kemasan tetap terjangkau bagi pelaku usaha kecil.

Recommended