Harga RAM Mahal, Penjualan OPPO dan Vivo Diprediksi Turun?

Kenaikan harga RAM berdampak pada penjualan smartphone. OPPO dan Vivo diprediksi mengalami penurunan penjualan di 2026.

Kenaikan harga RAM diperkirakan akan memukul industri smartphone global. OPPO dan Vivo, yang sebelumnya diprediksi tumbuh pada 2026, kini diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan.

Kondisi ini memaksa produsen smartphone untuk melakukan restrukturisasi lini produk. Salah satu caranya adalah dengan memangkas spesifikasi tertentu untuk menekan biaya produksi. Beberapa model smartphone mengalami penurunan kualitas di berbagai aspek, termasuk modul kamera, solusi periskop, layar, komponen audio, dan konfigurasi memori. RAM menjadi target utama efisiensi karena harganya yang semakin mahal.

Lembaga riset Counterpoint merevisi prediksi harga jual rata-rata (ASP) smartphone untuk tahun 2026. Jika sebelumnya diperkirakan naik 3,9%, kini melonjak menjadi 6,9%. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa produsen akan lebih agresif mendorong konsumen ke segmen premium, yang dianggap lebih tahan terhadap fluktuasi harga RAM karena porsi memori terhadap total biaya produksinya relatif lebih kecil.

Tekanan biaya yang belum mereda membuat tahun 2026 berpotensi menjadi periode yang menantang bagi industri smartphone secara keseluruhan, baik bagi produsen maupun konsumen.

Vivo sendiri telah menaikkan harga jual ponselnya. Mereka baru saja merilis Vivo V70 di Indonesia dengan harga Rp 8,999 juta untuk varian 12/256GB. Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya, Vivo V60, dijual dengan harga Rp 7,499 juta dengan konfigurasi serupa. Ini berarti ada kenaikan harga sebesar Rp 1,5 juta dalam satu generasi.

Product Manager Vivo, Fendy Tanjaya, menjelaskan bahwa industri smartphone sedang menghadapi tantangan besar, terutama di sektor memori. "Seperti yang kita tahu, industri smartphone sekarang sedang menghadapi isu yang cukup sulit, terutama di bagian RAM dan ROM. Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi harga adalah memori," ujar Fendy, dikutip dari CNN Indonesia.

Recommended