Legenda AC Milan, Andriy Shevchenko, menyampaikan pandangannya tentang ketatnya persaingan gelar Serie A musim ini. Ia juga memberikan pesan penting kepada Rafael Leao terkait kontribusinya dan perilakunya di lapangan.
Setelah kemenangan 3-2 atas Torino, I Rossoneri berhasil memperpendek selisih poin dengan pemimpin klasemen, Inter Milan, menjadi enam poin. Dengan delapan pertandingan tersisa, perburuan Scudetto semakin menarik, apalagi Napoli juga masih berpeluang.
Shevchenko menilai bahwa AC Milan memiliki peluang yang cukup besar. "Inter memiliki kedalaman skuad dan keunggulan poin, namun Milan menjalani musim yang baik," katanya.
"Jika mereka terus menang, mereka bisa menekan Inter. Segala sesuatu bisa terjadi jika mereka tetap berada di papan atas," tambahnya.
Shevchenko juga menyoroti peran penting pelatih Massimiliano Allegri dalam membangkitkan semangat tim setelah kekalahan dari Lazio.
Perhatian utama Shevchenko tertuju pada Rafael Leao. Allegri mencoba pemain Portugal itu sebagai penyerang tengah, meskipun posisi aslinya adalah pemain sayap kiri.
"Rafa bukan seorang striker," tegas Shevchenko. "Dia diminta bermain sebagai penyerang tengah, kadang berhasil, kadang tidak. Kita harus melihat apakah dia benar-benar ingin membantu tim," tambahnya.
Situasi Leao semakin disorot setelah insiden emosional saat melawan Lazio, di mana ia tampak kesal saat ditarik keluar dan menolak pelukan dari Allegri. Bahkan, ia dikabarkan berselisih dengan Christian Pulisic.
Menurut Shevchenko, sikap seorang pemain sangat penting dalam perjalanan sebuah tim. "Anda boleh bermain buruk dalam satu pertandingan, tetapi Anda tidak boleh memiliki sikap yang salah. Emosi itu wajar, tetapi yang penting adalah menyelesaikannya dengan cepat," kata Shevchenko.
Leao absen dalam kemenangan Milan atas Torino karena cedera. Sorotan terakhir padanya masih terkait dengan insiden dalam pertandingan melawan Lazio.
Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, konsistensi performa dan keharmonisan tim diyakini akan menjadi faktor penentu. Milan dituntut untuk tidak hanya tampil tajam di lapangan, tetapi juga menjaga mentalitas tim hingga akhir musim.