Harga Token Listrik 26 Januari 2026: Nominal Rp50 Ribu sampai Rp1 Juta, Ini Perkiraan kWh yang Didapat

Pemerintah menetapkan Harga Token Listrik prabayar PLN untuk periode akhir Januari 2026 tetap mengacu pada tarif per kWh sesuai golongan daya pelanggan. Buat yang sering isi ulang, Harga Token Listrik hari ini praktis masih sama seperti ketentuan tarif Triwulan I (Januari–Maret) 2026, sehingga hitung-hitungan kWh bisa diprediksi lebih gampang.

Token listrik yang dibeli bukan langsung “rupiah jadi listrik”, karena nominal pembelian akan dikonversi menjadi energi kWh (kilowatt hour). Setelah dibeli, kode token dimasukkan ke meteran prabayar, lalu meter menampilkan jumlah kWh yang masuk. Besar kecilnya kWh dipengaruhi tarif listrik per kWh dan potongan PPJ (Pajak Penerangan Jalan) yang besarnya beda-beda tiap daerah.

Di bawah ini rangkuman tarif listrik PLN untuk periode Januari 2026 yang sering jadi acuan isi token, plus contoh hitungan token Rp50.000 dan Rp100.000 biar kelihatan gambarannya.

Tarif Listrik PLN Periode Januari 2026 (Acuan Token Prabayar)

Tarif listrik PLN ditetapkan berdasarkan golongan pelanggan. Untuk rumah tangga nonsubsidi, tarifnya berbeda sesuai daya listrik yang dipakai di rumah.

1) Rumah Tangga (Non-Subsidi)

Berikut tarif listrik per kWh yang paling banyak dipakai pelanggan token prabayar:

  • R-1/TR 900 VA (non-subsidi): Rp1.352 per kWh

  • R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh

  • R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh

  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh

  • R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh

2) Bisnis

  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh

  • B-3/TM & TT di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

3) Industri

  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

  • I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh

4) Pemerintah, PJU, dan Layanan Khusus

Tarifnya juga punya ketentuan sendiri, misalnya:

  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh

  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh

  • P-3/TR (PJU): Rp1.699,53 per kWh

  • L/TR, TM, TT (layanan khusus): Rp1.644,52 per kWh

Catatan penting: ada juga tarif subsidi untuk kelompok tertentu (misalnya 450 VA dan 900 VA subsidi/DTKS), tapi artikel ini fokus ke patokan tarif token yang umum dipakai pelanggan prabayar non-subsidi.

Kenapa kWh Token Bisa Berbeda Padahal Nominalnya Sama?

Orang sering bingung: beli token Rp50 ribu kok kWh tiap rumah beda-beda?

Jawabannya ada di dua hal utama:

  1. Tarif per kWh berbeda sesuai golongan daya
    Daya 900 VA non-subsidi beda tarifnya dengan 2.200 VA, dan beda juga dengan 5.500 VA.

  2. PPJ tiap daerah berbeda
    PPJ ditetapkan pemerintah daerah. Jadi, walaupun beli token sama-sama Rp100 ribu, hasil kWh bisa selisih karena potongan pajaknya beda.

Karena itu, paling aman adalah pakai rumus hitung kWh token berdasarkan tarif golongan dan PPJ wilayah masing-masing.

Rumus Menghitung kWh Token Listrik Prabayar

Rumus umum hitungannya seperti ini:

kWh yang didapat = (Nominal token – PPJ) ÷ Tarif per kWh

Kuncinya tinggal tahu:

  • PPJ di daerah tempat tinggal

  • Tarif per kWh sesuai golongan daya

Kalau PPJ belum tahu, biasanya bisa dicek dari informasi pemda atau tertera di detail transaksi saat pembelian token (tergantung kanal pembelian).

Token Listrik Rp50.000 Dapat Berapa kWh? (Estimasi)

Supaya gampang dipahami, ini contoh simulasi yang banyak dipakai, dengan asumsi PPJ sekitar 2,4% untuk pelanggan rumah tangga hingga 2.200 VA (contoh pola PPJ yang sering muncul di beberapa wilayah).

1) 900 VA non-subsidi

  • Nominal token: Rp50.000

  • PPJ (2,4%): Rp1.200

  • Nominal bersih: Rp48.800

  • Tarif: Rp1.352/kWh

  • Perkiraan kWh: 48.800 ÷ 1.352 = ±36,09 kWh

2) 1.300 VA / 2.200 VA

  • Nominal bersih: Rp48.800

  • Tarif: Rp1.444,70/kWh

  • Perkiraan kWh: 48.800 ÷ 1.444,70 = ±33,78 kWh

3) 3.500–5.500 VA

Kalau asumsi PPJ lebih tinggi, misalnya 3%, maka:

  • PPJ 3% dari Rp50.000 = Rp1.500

  • Nominal bersih: Rp48.500

  • Tarif: Rp1.699,53/kWh

  • Perkiraan kWh: 48.500 ÷ 1.699,53 = ±28,54 kWh

4) 6.600 VA ke atas

Tarifnya sama dengan golongan 3.500–5.500 VA (Rp1.699,53/kWh), tapi PPJ bisa berbeda sesuai kebijakan daerah. Kalau nominal bersih mendekati Rp48.000-an, hasilnya umumnya berada di kisaran 28 kWh-an.

Token Listrik Rp100.000 Dapat Berapa kWh? (Estimasi)

Sekarang contoh token Rp100 ribu.

1) 900 VA non-subsidi

  • Nominal token: Rp100.000

  • PPJ (2,4%): Rp2.400

  • Nominal bersih: Rp97.600

  • Tarif: Rp1.352/kWh

  • Perkiraan kWh: 97.600 ÷ 1.352 = ±72,19 kWh

2) 1.300 VA / 2.200 VA

  • Nominal bersih: Rp97.600

  • Tarif: Rp1.444,70/kWh

  • Perkiraan kWh: 97.600 ÷ 1.444,70 = ±67,56 kWh

3) 3.500–5.500 VA

Asumsi PPJ 3%:

  • PPJ: Rp3.000

  • Nominal bersih: Rp97.000

  • Tarif: Rp1.699,53/kWh

  • Perkiraan kWh: 97.000 ÷ 1.699,53 = ±57,07 kWh

4) 6.600 VA ke atas

Dengan tarif sama (Rp1.699,53/kWh), estimasinya biasanya sekitar 56–57 kWh, tergantung PPJ wilayah.

Beli Token Listrik Maksimal Berapa?

Secara umum, pembelian token listrik bisa dilakukan mulai dari nominal kecil (misalnya Rp20.000 atau Rp50.000 tergantung kanal), sampai batas atas yang sering dipakai Rp1.000.000 per transaksi, menyesuaikan ketentuan dan kanal pembelian.

Praktiknya, banyak orang memilih nominal Rp50.000–Rp200.000 untuk kebutuhan rutin mingguan atau dua mingguan.

Tips Biar Isi Token Lebih Efisien dan Nggak Boros

Kalau tagihan token makin cepat habis, biasanya bukan tokennya yang “mengecil”, tapi pemakaian yang makin tinggi.

Beberapa kebiasaan yang sering bikin token cepat ludes:

  • AC menyala terus di suhu rendah

  • Water heater listrik dipakai terlalu lama

  • Rice cooker “warm” seharian

  • Charger colok terus walau tidak dipakai

  • Kulkas terlalu sering dibuka tutup

Kalau mau lebih hemat, mulai dari hal kecil:

  • Set AC di 24–26 derajat

  • Matikan mode warm rice cooker kalau sudah tidak perlu

  • Cabut charger dan colokan yang tidak dipakai

Harga Token Listrik 26 Januari 2026 pada dasarnya mengikuti tarif listrik PLN per kWh sesuai golongan daya. Token Rp50.000 atau Rp100.000 bisa menghasilkan kWh yang berbeda karena dipengaruhi tarif per kWh dan potongan PPJ yang ditetapkan tiap daerah.

Dengan rumus sederhana (Nominal – PPJ) ÷ tarif per kWh, hitung-hitungan token jadi lebih jelas, sehingga isi ulang bisa disesuaikan dengan kebutuhan listrik di rumah.

Recommended