Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera merilis inovasi kompor plasma dan motor listrik ke pasar industri pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi isu kelangkaan elpiji serta memperkuat kemandirian energi nasional.
Dilansir dari Medcom, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Mohammad Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa kompor plasma tersebut menggunakan teknologi filamen yang mampu menghasilkan panas serupa api asli. Inovasi ini diproyeksikan dapat mengurangi beban subsidi energi pemerintah secara signifikan.
"Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif," ujar Mohammad Fauzan Adziman, Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, saat melakukan kunjungan kerja ke ITS Science Techno Park (STP).
Fauzan menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi riset tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga memerlukan kesiapan aspek non-teknis. Hal ini mencakup pemodelan pembiayaan, pemahaman perilaku konsumen, hingga kapasitas manufaktur skala besar agar produk dapat diterima masyarakat luas.
Guna menyempurnakan inovasi tersebut, Ditjen Risbang berencana membentuk skema konsorsium lintas disiplin yang mempertemukan pakar elektronika, teknik fisika, ekonomi, hingga hukum. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengawal regulasi serta memastikan proses produksi massal berjalan sesuai standar industri yang berlaku.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, menyatakan bahwa pihak kampus terus memperkuat sinergi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan investor. Keterlibatan lembaga investasi seperti Danantara diharapkan mampu menutup celah pendanaan antara fase prototipe dan komersialisasi.
Selain kompor plasma, ITS juga memfokuskan pengembangan pada ekosistem kendaraan listrik melalui pembuatan unit baru dan program konversi motor berbahan bakar fosil. Kampus memanfaatkan fasilitas laboratorium pengujian yang telah tersertifikasi pemerintah untuk mempercepat standarisasi produk sebelum masuk ke sektor industri.