Operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, I.League, mengecam keras aksi tidak sportif yang terjadi dalam pertandingan kategori usia di bawah 20 tahun pada Minggu (19/4/2026). Insiden tersebut mencoreng semangat pembinaan atlet muda.
Kericuhan antar-pemain pecah saat Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang. Dilansir dari Bola, laga tersebut berakhir dengan kekalahan Bhayangkara FC U-20 melalui skor tipis 1-2.
Salah satu momen yang menjadi sorotan tajam adalah keterlibatan Fadly Alberto Hengga, personel Timnas Indonesia U-20, yang melakukan aksi berbahaya. Pemain tersebut tertangkap melakukan tendangan kung fu di tengah lapangan pertandingan.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa kompetisi pembinaan tersebut. Menurutnya, EPA merupakan pilar utama dalam mencetak generasi penerus untuk skuad nasional Indonesia di masa depan.
"Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi ini diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia masa mendatang," ujar Ferry Paulus, Direktur Utama I.League.
Ferry menekankan bahwa aspek pembinaan karakter merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan turnamen usia muda. Ia menegaskan seluruh pihak, mulai dari pemain hingga ofisial, wajib menjaga etika dan mengedepankan asas fair play selama berkompetisi.
Terkait teknis di lapangan, I.League menjelaskan bahwa penugasan wasit dan perangkat pertandingan melibatkan Asprov domisili klub sebagai bagian dari pengembangan menyeluruh. Hal ini dilakukan agar kualitas pengadil lapangan juga meningkat seiring perkembangan pemain.
Manajemen I.League menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang akan diambil oleh PSSI dan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi keras diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku tindakan emosional yang mengancam keselamatan pemain lain.
Ferry Paulus juga mengingatkan bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi di lapangan hanya akan merugikan karier jangka panjang para pemain muda tersebut. Saat ini pihak liga tengah menunggu keputusan resmi dari Komdis PSSI terkait hukuman bagi pemain yang terlibat.