Momen Lebaran seringkali memicu peningkatan pengeluaran, termasuk untuk membeli pakaian baru. Padahal, ada cara bijak untuk tetap tampil menarik tanpa harus selalu membeli baju baru.
Konten kreator mindful consumption, Cempaka Asriani, mengingatkan bahwa tren outfit Ramadan dan Lebaran di media sosial, yang menampilkan warna senada dan model terbaru, bisa menjebak kita dalam budaya occasion wear.
Occasion wear adalah pakaian yang hanya dipakai sekali untuk acara tertentu, lalu disimpan di lemari. Hal ini menciptakan siklus belanja tahunan yang tidak efisien.
"Apalagi Lebaran gitu ya, sering kali membuat banyak orang merasa perlu tampil dengan busana baru," kata Cempaka Asriani.
Padahal, menurut Cempaka, meminjam pakaian dari teman atau kerabat bisa menjadi solusi sederhana untuk menekan pengeluaran. Opsi penyewaan pakaian, seperti batik dan kebaya, juga semakin mudah ditemukan.
“Padahal untuk itu kamu bisa saling pinjam dengan teman atau kerabat gitu ya," sebut dia.
“Sekarang banyak tempat rental kayak batik, kebaya, ada rentalnya. Dan enaknya, kalau rental enggak perlu nyuci. Jadi, pakaian datang dalam kondisi sudah di-laundry,” tuturnya.
Tantangan baju Lebaran adalah desainnya yang seringkali spesifik untuk Hari Raya sehingga sulit dipadukan untuk aktivitas lain.
“Jadi, kita itu susah pakai baju itu lagi di kesempatan yang lain. Akhirnya beli baju (baru). Ujung-ujungnya nanti (baju Lebaran) cuma menuh-menuhin lemari,” ujar Cempaka.
Cempaka mengingatkan bahwa tampil menarik tidak selalu harus membeli baru. Mengoptimalkan pakaian yang sudah ada, memadupadankan ulang, meminjam, atau menyewa bisa menjadi alternatif yang lebih bijak secara finansial.
"Kan sayang ya tiap tahun beli baju baru, berarti tiap tahun akan ada satu baju yang sekali dipakai terus masuk lemari, masa begitu terus setiap tahun," kata dia.