Hyundai Perkuat Bisnis Purna Jual Guna Jaga Loyalitas Dealer

Hyundai Motors Indonesia fokus meningkatkan pendapatan non-kendaraan bagi dealer guna menjaga stabilitas bisnis di tengah persaingan pasar.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menerapkan strategi penguatan bisnis purna jual untuk menjaga loyalitas mitra dealer di tengah tren perpindahan merek otomotif yang terjadi pada Minggu, 19 April 2026.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi fenomena beralihnya sejumlah dealer merek Jepang ke brand otomotif asal China yang sedang marak di pasar domestik. Hyundai fokus memastikan operasional dealer tetap stabil meski angka penjualan kendaraan sedang mengalami fluktuasi.

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa peran dealer sangat krusial sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan konsumen di hilir bisnis otomotif.

"Bagaimana dealer kita itu bisa dikembangkan supaya dapat mengedukasi market. Di masa-masa misalnya market turun, sales per outlet juga turun, bagaimana mereka juga bisa punya istilahnya ‘vitamin’ untuk tetap beroperasi sampai market naik lagi," kata Soerjo di Jakarta Selatan seperti dilansir dari Medcom.

Data internal menunjukkan Hyundai telah memasarkan sekitar 110.000 hingga 120.000 unit kendaraan di Indonesia sejak tahun 2020. Populasi kendaraan yang besar ini menjadi basis utama bagi Hyundai untuk mengoptimalkan sektor purna jual sebagai sumber pendapatan dealer.

Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan service absorption rate, yakni rasio kemampuan biaya operasional dealer yang tertutup oleh pendapatan dari jasa servis dan suku cadang. Strategi ini membuat dealer tidak hanya bergantung pada margin penjualan unit mobil baru.

Perusahaan berupaya meningkatkan pendapatan non-kendaraan agar kepuasan pelanggan tetap terjaga sekaligus memperkuat struktur finansial mitra dealer. Hyundai menilai edukasi pasar dan pemberian dukungan operasional menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis jangka panjang di Indonesia.

Recommended