Ibu Rumah Tangga di Bogor Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

Warga Desa Benteng di Bogor mengelola Bank Sampah Asri Mandiri hingga berhasil mengonversi limbah rumah tangga menjadi investasi emas dan produk kreatif.

Ibu rumah tangga di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, berhasil mentransformasi masalah limbah lingkungan menjadi nilai ekonomi melalui Bank Sampah Asri Mandiri pada Rabu, 29 April 2026. Program ini memungkinkan warga mengonversi setoran sampah plastik dan kertas menjadi saldo tabungan emas melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan.

Dilansir dari Detik Finance, inisiatif ini berawal dari penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga pada akhir 2013 yang menyebabkan penumpukan sampah di jalanan desa. Kondisi tersebut mendorong pengurus RT yang didominasi perempuan untuk melakukan pengelolaan sampah mandiri guna mengurangi ketergantungan pada TPA.

Ketua Pengelola Bank Sampah Asri Mandiri, Sri Asih, mengungkapkan bahwa perjalanan kelompok ini dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas. Pada tahun-tahun awal, para pengurus harus meminjam timbangan milik posyandu dan petani untuk melayani warga yang menyetorkan sampah mereka.

"Dari situ kita berpikir bagaimana cara mengurangi sampah dari sumbernya. Maka dibentuklah bank sampah ini," kata Sri Asih, Ketua Pengelola Bank Sampah Asri Mandiri, sebagaimana dikutip dari Detik Finance.

Inovasi tabungan emas mulai diperkenalkan pada tahun 2019 setelah bank sampah ini menjadi mitra binaan PT Pegadaian. Melalui program ini, hasil penjualan sampah nasabah tidak lagi diambil dalam bentuk tunai, melainkan langsung dikonversikan menjadi saldo emas guna menjamin nilai investasi jangka panjang bagi warga.

Saat ini, nasabah Bank Sampah Asri Mandiri telah melampaui 200 orang dengan volume setoran sampah mencapai 1 ton setiap bulannya. Keberhasilan tata kelola ini membawa Bank Sampah Asri Mandiri meraih penghargaan sebagai bank sampah terbaik tingkat nasional pada kategori Tata Kelola Bank Sampah Unit tahun 2023.

Selain tabungan emas, bank sampah ini mengembangkan unit usaha bernama Hejona yang memproduksi barang daur ulang. Limbah plastik kemasan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti tas, dompet, hingga tempat pensil yang menjadi komoditas ekonomi kreatif desa.

Partisipasi Bank Sampah Asri Mandiri juga mengantarkan Desa Benteng memenangkan program pemberdayaan Desa BRILiaN dari BRI. Prestasi tersebut memberikan akses dana hibah sebesar Rp 1 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengelolaan sampah di desa tersebut.

Recommended