Indonesia secara resmi meluncurkan International Crypto Exchange (ICEx), sebuah Self Regulatory Organization (SRO) yang telah mendapatkan izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran ICEx menandai langkah penting Indonesia dalam membangun infrastruktur aset kripto yang setara dengan standar global, seperti dilaporkan dari Medcom.
CEO ICEx Group, Kai Pang, menekankan bahwa operasional ICEx bukan sekadar pencapaian domestik. Menurutnya, ini adalah pernyataan tegas dari Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur kripto kelas dunia dengan pendekatan yang unik.
ICEx dibangun dengan dukungan pendanaan strategis sekitar Rp1 triliun dari berbagai pemegang saham dan pelaku industri kripto nasional. Beberapa di antaranya adalah PT Aethera Inovasi Digital, PT Finora Integrasi Nusantara, PT Regnum Sukses Utama, PT Volaris Visi Karya, PT Vita Nova Global. Selain itu, platform kripto seperti FLOQ, Mobee, OSL Indonesia, Reku, Samuel Kripto, Tokocrypto, Triv, Upbit Indonesia, dan Nanovest juga turut mendukung.
Sebagai SRO, ICEx memiliki sejumlah tugas krusial. Tanggung jawab ini meliputi pelaporan dan pencatatan transaksi perdagangan, pemantauan integritas pasar, pengawasan kepatuhan anggota bursa, serta koordinasi kebijakan dengan OJK.
ICEx Group sendiri mengoperasikan tiga entitas yang saling terintegrasi. Entitas tersebut adalah ICEx sebagai bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) yang berfungsi sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) yang berperan sebagai kustodian.
Pengembangan Produk Kripto dan Tata Kelola Kuat
ICEx juga diproyeksikan sebagai wadah penting untuk pengembangan produk kripto yang teregulasi. Hal ini termasuk aset yang ter-tokenisasi atau yang dikenal sebagai real world assets (RWA).
CFO ICEx Group, Rizky Indraprasto, menyampaikan harapan bahwa ICEx dapat menjadi agen inovasi, khususnya dalam produk-produk sintetik seperti derivatif tokenisasi RWA di Indonesia. Ia juga menambahkan, pihaknya tidak akan mengompromikan tata kelola maupun integritas perusahaan dalam mengejar target menjadi bursa dan kliring kripto terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar. Rizky menegaskan bahwa ICEx memiliki tata kelola yang kuat dengan prinsip menjaga keamanan dan keterbukaan. Sebanyak 11 anggota bursa turut serta dalam merumuskan tata tertib internal.