Encyclopaedia Britannica Gugat OpenAI Terkait Hak Cipta

Encyclopaedia Britannica dan Merriam-Webster menggugat OpenAI atas dugaan pelanggaran hak cipta dalam pelatihan model AI.

Dua penerbit terkemuka, Encyclopaedia Britannica dan Merriam-Webster, melayangkan gugatan terhadap OpenAI dengan tuduhan pelanggaran hak cipta. Gugatan ini terkait penggunaan konten berhak cipta untuk melatih model kecerdasan buatan (AI).

Gugatan yang diajukan pada hari Jumat lalu tersebut menuduh OpenAI menggunakan materi berhak cipta tanpa izin dalam pelatihan model AI seperti GPT-4. Kedua penerbit mengklaim bahwa model AI tersebut mampu menghasilkan jawaban yang sangat mirip, bahkan hampir identik, dengan materi aslinya.

Encyclopaedia Britannica menyoroti kemampuan GPT-4 yang dianggap telah menghafal sebagian besar kontennya. Menurut Britannica, GPT-4 dapat menghasilkan kembali teks yang hampir identik atas permintaan. Dokumen gugatan menyertakan perbandingan antara respons AI dan artikel Britannica yang menunjukkan kemiripan kata per kata.

Britannica juga menuduh OpenAI merugikan bisnisnya dengan mengalihkan trafik pengguna. Alih-alih mengarahkan pengguna ke situs sumber seperti yang dilakukan mesin pencari tradisional, AI disebut menghasilkan jawaban langsung yang menggantikan fungsi konten asli.

Kasus ini menambah panjang daftar sengketa hukum antara perusahaan media dan pengembang AI. Sebelumnya, The New York Times juga telah menggugat OpenAI atas tuduhan serupa, yaitu penggunaan konten berhak cipta dalam skala besar tanpa izin, seperti yang dilaporkan detikINET dari The Verge, Jumat (20/3/2026).

Perusahaan AI lain, seperti Anthropic, telah menyelesaikan kasus serupa sebelumnya. Pada bulan September lalu, Anthropic setuju untuk membayar sekitar USD 1,5 miliar (sekitar Rp24 triliun) dalam penyelesaian gugatan class action terkait penggunaan buku berhak cipta untuk pelatihan AI.

Gugatan dari Britannica dan Merriam-Webster ini diperkirakan akan menjadi salah satu kasus penting. Kasus ini akan menguji batasan penggunaan data berhak cipta dalam pengembangan AI generatif, serta menentukan hubungan antara industri media dan perusahaan AI di masa depan.

Recommended