PT Mega Capital Sekuritas, sebagai bagian dari CT Corpora, telah menyediakan layanan investasi sejak tahun 1991 dengan mengedepankan inovasi dan keahlian.
Pada penutupan perdagangan Senin, 9 Maret, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan. Indeks terkoreksi 3,27% dan berada pada level 7.337,37 akibat tekanan yang meluas di hampir seluruh sektor saham.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru menunjukkan penguatan. DCII naik 2,44%, SMMA menguat 4,48%, dan MORA melonjak hingga 8,85%.
Sebaliknya, beberapa saham dengan kapitalisasi besar mengalami penurunan. BBRI turun 2,72%, BYAN merosot 7,06%, serta BREN melemah 4,85%.
Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp749,85 miliar di pasar reguler. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai net buy mencapai sekitar Rp1,11 triliun.
Secara sektoral, seluruh dari 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam, yakni sebesar 5,22%.
Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan tren yang berbeda. Indeks Dow Jones menguat 0,50% ke level 47.740. S&P 500 juga naik 0,83% menjadi 6.795, sementara Nasdaq melonjak 1,38% ke posisi 22.695.
Sentimen positif terkait potensi berakhirnya konflik antara AS dan Iran, serta potensi penurunan harga minyak mendorong penguatan bursa AS, menurut pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Untuk instrumen berbasis Indonesia di pasar global, ETF Indonesia (EIDO) tercatat naik 1,17%. Namun, indeks MSCI Indonesia masih terkoreksi 3,03%.
Fitch Ratings menurunkan outlook tiga bank BUMN (BMRI, BBRI, dan BBNI) serta LPEI atau Indonesia Eximbank dari "stabil" menjadi "negatif". Meskipun demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang jangka panjang di level BBB.
Perubahan prospek ini merupakan dampak dari keputusan Fitch pada 4 Maret yang mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Sebelumnya, Moody's juga memangkas outlook lima bank besar di Indonesia (BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN) menjadi negatif.
Secara teknikal, saham BMRI dan BBRI mengalami gap down pada perdagangan terakhir. Potensi pergerakan saham akan menuju area support terdekat, masing-masing di sekitar Rp4.730 untuk BMRI dan Rp3.500 untuk BBRI.
Berita Emiten
1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
BBNI mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Februari. Nilai ini setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp20,40 triliun.
Sekitar Rp7,01 triliun atau 35% dari laba bersih akan ditetapkan sebagai laba ditahan. Dividen per saham (DPS) yang dibagikan sebesar Rp349,30, dengan jumlah saham beredar sebanyak 37,30 miliar lembar. Angka ini lebih rendah dibandingkan dividen per saham tahun sebelumnya yang mencapai Rp374,06.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi sepenuhnya merupakan keputusan investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Selamat berinvestasi secara bijak.