IHSG Anjlok ke Level 6.900 pada Penutupan Sesi I Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 2,46 persen hingga terjatuh ke level 6.926,54 pada perdagangan Kamis (30/4/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam sebesar 2,46 persen hingga jatuh ke level 6.926,54 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (30/4/2026). Penurunan signifikan ini membuat indeks saham domestik kembali meninggalkan angka 7.000 dan tertahan di level 6.900-an.

Data RTI Business menunjukkan IHSG mengawali perdagangan pada posisi 7.103,25 dan sempat menyentuh titik tertinggi di level 7.109,00 sebelum akhirnya merosot. Hingga jeda siang, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 11,27 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 23,46 miliar lembar saham, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Aktivitas pasar modal sepanjang paruh pertama hari ini mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 1.554.668 kali. Kondisi pasar didominasi oleh tren negatif dengan 618 saham yang melemah, berbanding terbalik dengan 95 saham yang menguat, sementara 98 saham lainnya terpantau stagnan.

Tekanan terhadap indeks juga dipicu oleh bergugurannya saham-saham milik konglomerat besar di Indonesia. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) milik Prajogo Pangestu terkoreksi 3,18 persen ke harga Rp 1.065, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 5,71 persen ke posisi Rp 4.460 per saham.

Emiten dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatatkan penurunan paling dalam di antara grup besar lainnya dengan pelemahan 10,17 persen ke harga Rp 1.545. Penurunan ini turut diikuti oleh saham dari Grup Bakrie, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang merosot 6,63 persen menjadi Rp 845 per lembar saham.

Recommended