IHSG Dibuka Melemah Akibat Konflik AS-Iran

IHSG dibuka melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 akibat perkembangan konflik AS-Iran.

Perdagangan Rabu menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona merah, dengan proyeksi pergerakan yang variatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh pelaku pasar yang mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memicu sentimen global.

Saat pembukaan, IHSG tercatat melemah sebesar 22,22 poin atau 0,31 persen, mencapai level 7.084,62. Namun, indeks saham unggulan LQ45 justru menunjukkan penguatan sebesar 1,20 poin atau 0,17 persen, berada pada posisi 723,60.

Ketidakstabilan pasar saat ini menyebabkan pergerakan IHSG diperkirakan akan terbatas, dengan investor cenderung mengambil sikap wait and see di tengah ketidakpastian global.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya yang dilansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026, menyatakan, "IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800-7.000."

Dari sisi mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan sementara perang dengan Iran, menyusul negosiasi dan penundaan serangan militer terhadap PLTU Iran, dengan syarat pembukaan segera Selat Hormuz.

Meskipun demikian, Iran membantah adanya negosiasi, meski mengakui menerima pesan dari negara lain terkait permintaan dialog dari AS.

Sebelumnya, Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan Israel jika infrastruktur energinya diserang.

Gejolak harga minyak mentah dan gas juga memicu kewaspadaan bank sentral berbagai negara terhadap potensi peningkatan inflasi.

Recommended