IHSG Ditutup Negatif, Mega Capital Sekuritas Beri Overview Pasar

IHSG ditutup negatif pada 6 Maret, turun 1,62% ke level 7.585,69. Mega Capital Sekuritas memberikan overview pasar.

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, telah beroperasi sejak 1991, menawarkan layanan investasi yang inovatif dengan dukungan tenaga ahli yang berpengalaman.

Pada perdagangan Jumat (6/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. IHSG ditutup pada zona negatif setelah turun 1,62% dan berada di level 7.585,69.

Pergerakan indeks ini dipengaruhi oleh performa sejumlah saham. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami kenaikan sebesar 17,67%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 5,82%, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) bertambah 1,94%. Sementara itu, saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,13%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,83%, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 4,67%.

Aktivitas investor asing menunjukkan adanya arus dana keluar, dengan nilai jual bersih tercatat sebesar Rp307,56 miliar di pasar reguler dan Rp261,13 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan. Sektor industrial menjadi sektor yang paling tertekan dengan penurunan sebesar 3,37%.

Sentimen global turut memberikan pengaruh pada pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,95% ke level 47.501, S&P 500 terkoreksi 1,33% menjadi 6.740, dan Nasdaq turun 1,59% ke posisi 22.387.

Pelaku pasar menaruh perhatian pada potensi dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap pasokan energi global, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa konflik tersebut tidak akan berakhir tanpa penyerahan tanpa syarat dari Iran. ETF iShares MSCI Indonesia (EIDO) turun 2,70% dan indeks MSCI Indonesia terkoreksi 1,28%.

1. PT Petrosea Tbk (PTRO)

PTRO melaporkan peningkatan kinerja pada 2025, dengan laba bersih mencapai US$35 juta, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan US$9,95 juta pada 2024. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk juga meningkat hampir tiga kali lipat menjadi US$28,81 juta dari sebelumnya US$9,70 juta.

Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 28,32% secara tahunan, menjadi US$886,46 juta dibandingkan US$690,81 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas yang lebih tinggi pada bisnis pertambangan dan jasa penunjangnya. Segmen penambangan memberikan kontribusi terbesar dengan pendapatan US$389,25 juta, diikuti segmen konstruksi dan rekayasa sebesar US$379,74 juta yang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Peningkatan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan dipengaruhi oleh penurunan beban administrasi dan keuangan yang tercatat sebesar US$72,95 juta, lebih rendah dibandingkan US$82,42 juta pada 2024. Sementara itu, beban usaha langsung tercatat meningkat menjadi US$774,23 juta dari US$600,52 juta pada periode sebelumnya.

2. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

BNBR mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penerbitan saham baru atau rights issue. Perusahaan akan menerbitkan sekitar 86,7 miliar saham baru seri E dari total 90 miliar saham yang telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 27 Februari, dengan rasio pelaksanaan 2:1.

Dana yang diperoleh dari aksi tersebut direncanakan untuk menyelesaikan kewajiban perusahaan. Sekitar Rp4,36 triliun akan disalurkan melalui anak usaha Bakrie Toll Indonesia untuk melunasi kewajiban kepada Hartman International sebesar Rp3,66 triliun dan kepada Bank National Nobu sebesar Rp700 miliar. Selain itu, Rp1,09 triliun akan digunakan untuk melunasi kewajiban kepada Bank Mayapada International.

Perusahaan juga berencana menyalurkan sekitar Rp300 miliar sebagai pinjaman kepada Cimanggis Cibitung Tollways guna mendukung pembangunan fasilitas rest area pada proyek jalan tol. Sisa dana dari rights issue akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Aksi korporasi ini dijadwalkan efektif pada 8 Mei 2026 dengan periode perdagangan HMETD berlangsung pada 26 Mei hingga 4 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Recommended