Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,68 persen ke level 6.858,90 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp799,25 miliar di pasar reguler dan total Rp931,89 miliar di seluruh pasar.
Sektor kesehatan menjadi pemberat utama indeks setelah anjlok sebesar 3,51 persen, sementara sektor industri dasar mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 1,85 persen. Tekanan jual asing turut memengaruhi pergerakan sejumlah saham unggulan di tengah kondisi bursa global yang bergerak variatif.
Beberapa saham tercatat mengalami koreksi signifikan, di antaranya Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang turun 15 persen dan Astra International Tbk. (ASII) yang melemah 3,31 persen. Di sisi lain, saham Barito Pacific Tbk. (BRPT) justru melesat 14,86 persen dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat tipis 0,63 persen.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah MSCI yang mengeluarkan sejumlah emiten besar dari indeks globalnya, seperti Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). MSCI menilai porsi saham publik pada emiten tersebut terbatas karena tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi.
BREN tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 97,31 persen, sementara Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencapai 95,76 persen. Perubahan komposisi indeks ini diprediksi akan memengaruhi aliran modal asing hingga akhir Mei sebelum resmi berlaku efektif pada 1 Juni 2026.
Pada laporan kinerja perusahaan, XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) membukukan rugi bersih sebesar Rp716,27 miliar pada kuartal I-2026 akibat lonjakan beban integrasi jaringan pascamerger. Padahal, pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 37,41 persen secara tahunan menjadi Rp11,82 triliun.
Sementara itu, GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun menggunakan kas internal. Rencana aksi korporasi tersebut dijadwalkan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 18 Juni 2026 mendatang.