Museum Metropolitan di New York mencatatkan sejarah baru setelah ajang Met Gala berhasil mengumpulkan dana sebesar USD42 juta atau setara Rp690 miliar pada Kamis, 7 Mei 2026. Capaian ini melampaui rekor penggalangan dana tahun sebelumnya yang mencapai USD31 juta.
Lonjakan donasi untuk Institut Kostum tersebut didorong oleh kontribusi signifikan dari sektor teknologi Silicon Valley. Dilansir dari Medcom, tokoh utama di balik pendanaan ini adalah Jeff Bezos dan Lauren Sánchez Bezos yang menyumbangkan dana sebesar USD10 juta.
Dominasi perusahaan teknologi juga terlihat dari pembelian meja acara seharga USD350.000 oleh sejumlah raksasa industri seperti Meta, Amazon, OpenAI, dan Snapchat. Selain itu, harga tiket individu dilaporkan naik menjadi USD100.000 per orang dibandingkan harga USD75.000 pada tahun 2025.
Sejumlah petinggi teknologi turut hadir dalam acara bertema "Seni Kostum" tersebut, termasuk CEO Meta Mark Zuckerberg yang hadir untuk pertama kalinya. Zuckerberg dan Jeff Bezos memilih untuk langsung masuk ke area museum tanpa melalui prosesi karpet merah.
Selain Zuckerberg, daftar tamu dari industri digital melibatkan pendiri Google Sergey Brin, CEO Instagram Adam Mosseri, hingga pendiri Snapchat Evan Spiegel. Kehadiran massal para eksekutif ini menandai pergeseran profil tamu yang biasanya didominasi oleh bintang film dan musisi papan atas.
Keterlibatan industri teknologi di ajang mode ini sebenarnya telah dimulai sejak Amazon menjadi sponsor pada 2012. Namun, tahun 2026 menjadi momentum pertama kalinya tokoh teknologi bertindak sebagai sponsor utama dan secara kolektif menguasai meja-meja utama di acara tersebut.
Meskipun Jeff Bezos menghindari sorotan publik di awal acara, Lauren Sánchez Bezos tetap tampil di panggung utama dengan mengenakan busana rancangan Schiaparelli. Acara tahun ini secara resmi mengusung kode berpakaian "Mode Adalah Seni" untuk mendukung penggalangan dana bagi kelestarian koleksi kostum museum.