Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,48 persen ke level 7.072,39 pada penutupan perdagangan Selasa (28/04/2026). Dilansir dari Detik Finance, pergerakan indeks domestik ini tertekan oleh sentimen negatif bursa global dan keluarnya dana investor asing secara masif.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp1,24 triliun di pasar reguler, sementara di seluruh pasar angka tersebut membengkak hingga Rp2,35 triliun. Sebanyak delapan dari sebelas sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor konsumer non-siklikal merosot paling dalam sebesar 1,61 persen.
Tekanan pada indeks terutama disebabkan oleh penurunan saham AMMN sebesar 5,09 persen, DSSA sebesar 4,34 persen, dan TPIA yang terkoreksi 3,48 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya penahan kejatuhan dengan penguatan 0,92 persen, didorong kenaikan saham BBRI sebesar 0,66 persen.
Kondisi pasar global turut memperburuk keadaan setelah bursa Amerika Serikat ditutup melemah, dengan indeks Nasdaq mencatat penurunan tertajam sebesar 0,90 persen. Pelaku pasar global saat ini tengah bersikap hati-hati menunggu hasil rapat bank sentral AS menjelang berakhirnya masa jabatan pimpinan institusi tersebut pada Mei mendatang.
Di tengah pelemahan pasar secara umum, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan raihan laba bersih sebesar Rp170,74 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini merupakan pembalikan kondisi dibandingkan kerugian sebesar Rp366,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perseroan dilaporkan tumbuh 26,25 persen secara tahunan menjadi Rp5,34 triliun, yang juga diikuti oleh peningkatan EBITDA disesuaikan sebesar 131 persen. Manajemen GOTO menargetkan target EBITDA tahunan tetap berada pada kisaran Rp3,20 triliun hingga Rp3,40 triliun.
Sementara itu, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mengumumkan rencana penambahan modal melalui penerbitan hingga 9,50 miliar saham baru. Aksi korporasi ini mencakup program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (MESOP) serta mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
Dana yang dihimpun dari penerbitan saham baru tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi bisnis perusahaan. Rencana penambahan modal ini dijadwalkan akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 4 Juni mendatang.