IHSG Melemah 2,16 Persen ke Level 7378 pada Perdagangan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot ke posisi 7.378,61 di tengah aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,36 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam sebesar 2,16 persen ke level 7.378,61 pada penutupan perdagangan Kamis, 24 April 2026. Pelemahan signifikan ini terjadi seiring dengan sentimen negatif dari pasar global dan aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Dilansir dari Detik Finance, aktivitas pemodal asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp1,36 triliun di pasar reguler. Jika diakumulasikan di seluruh pasar, total aksi jual bersih investor luar negeri tersebut mencapai Rp978,65 miliar.

Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia, dengan 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor consumer cyclical menjadi penyumbang penurunan terdalam, sementara sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mampu mencatatkan penguatan.

Saham-saham seperti DSSA, BREN, dan BBRI menjadi pemberat utama gerak indeks (laggard) sepanjang hari. Sebaliknya, kenaikan saham ENRG, MEDC, dan ESSA bertindak sebagai penopang sehingga indeks tidak terkoreksi lebih dalam.

Kondisi pasar modal domestik juga terpengaruh oleh pelemahan bursa Amerika Serikat, di mana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq bergerak turun. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai usulan gencatan senjata di Timur Tengah belum mampu memberikan sentimen positif bagi pasar.

Di sisi korporasi, PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp15,66 triliun atau Rp390 per saham. Keputusan ini diambil meski laba bersih perseroan tahun 2025 turun menjadi Rp32,76 triliun dari sebelumnya Rp33,90 triliun pada 2024.

Dividen final ASII sebesar Rp292 per saham dijadwalkan akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 25 Mei 2026. Rasio pembagian dividen tersebut setara dengan 47,81 persen dari total laba bersih yang dihasilkan perusahaan selama setahun penuh.

Sementara itu, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melaporkan pencapaian pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp561,43 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp466 miliar.

Permintaan lahan industri di Kota Deltamas didominasi oleh sektor teknologi untuk kebutuhan data center yang menyerap lebih dari 50 persen total penjualan. Realisasi pra-penjualan ini telah mencapai 26,99 persen dari target tahunan DMAS yang dipatok sebesar Rp2,08 triliun.

Recommended