Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus mempertahankan momentum positifnya pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Setelah sukses parkir di level 8.396 dengan kenaikan 1,5% pada penutupan sebelumnya, indeks kini berada di ambang pintu area resistansi psikologis baru. Sebagaimana dikutip dari investor.id 24/2/2026, derasnya aliran dana asing atau net buy yang mencapai Rp 1,1 triliun di pasar reguler menjadi bahan bakar utama yang menjaga optimisme para pelaku pasar di lantai bursa.
Kondisi pasar saat ini mencerminkan kombinasi yang apik antara stabilitas domestik dan dinamika global yang mulai terbaca arahnya. Investor tampak mulai berani melakukan akumulasi kembali, didorong oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta respon positif terhadap berbagai kebijakan strategis dari otoritas pasar modal. Meskipun fluktuasi di bursa Wall Street sempat memberikan tekanan, namun daya tahan pasar saham Indonesia sejauh ini terbukti cukup tangguh menghadapi sentimen negatif dari luar negeri.
Pergerakan indeks hari ini akan menjadi ujian penting untuk melihat apakah IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 8.400 sebelum melaju ke target berikutnya di angka 8.500. Dengan likuiditas yang melimpah dan dukungan sektor komoditas, peluang untuk mencatatkan “cuan” masih terbuka lebar bagi investor yang jeli memanfaatkan momentum volatilitas harian. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi terbaru serta sejauh mana minat beli asing akan bertahan di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global.
Analisis Sentimen Penggerak Pasar Saham Nasional
Kekuatan IHSG untuk merangkak naik tidak lepas dari rilis data moneter yang menggembirakan. Pertumbuhan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) di Indonesia tercatat tumbuh 10% secara tahunan (YoY) pada Januari 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian Desember 2025 yang sebesar 9,6%. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga dengan baik, yang secara tidak langsung memberikan dukungan bagi daya beli aset berisiko seperti saham.
Respon Positif Reformasi Pasar Modal
Sisi domestik juga diperkuat dengan progres proposal reformasi pasar yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah strategis ini dilaporkan mendapat respons konstruktif dari lembaga indeks global seperti MSCI dan FTSE. Hal ini sangat krusial karena perubahan bobot atau klasifikasi dalam indeks global tersebut dapat memicu aliran dana masuk yang lebih besar dari manajer investasi mancanegara.
Dinamika Global dan Isu Tarif Global
Dari panggung internasional, pasar sempat merespons positif keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Kendati demikian, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang menyusul wacana baru mengenai penerapan tarif global sebesar 15%. Sentimen ini yang kemudian membuat indeks Wall Street, seperti Dow Jones dan S&P 500, terpaksa ditutup di zona merah pada perdagangan terakhirnya.
Proyeksi Teknikal IHSG dan Target Perlawanan
Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam jalur pendakian yang cukup kuat. Tim analis dari BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan resminya menyatakan bahwa masih ada ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Kembalinya arus akumulasi asing serta penguatan harga komoditas global menjadi faktor pendukung tambahan, terutama bagi emiten-emiten yang memiliki korelasi tinggi dengan harga energi dan logam.
Area Resistansi Psikologis
“Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan peluang melanjutkan penguatan menuju area resistance psikologis 8.400–8.500,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya pada Selasa (24/2/2026). Jika level 8.400 berhasil ditembus dengan volume perdagangan yang cukup, maka target 8.500 menjadi sasaran realistis dalam jangka pendek.
Rekomendasi 3 Saham Pilihan untuk Trading Hari Ini
Di tengah upaya indeks menembus level tertinggi barunya, beberapa saham terpantau menunjukkan sinyal teknikal yang menarik untuk diperhatikan oleh para trader. Berikut adalah tiga saham pilihan yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini:
-
MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk): Fokus pada sektor pendukung baterai kendaraan listrik yang mendapatkan sentimen positif dari penguatan harga komoditas nikel dan logam dasar.
-
BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk): Menarik untuk dipantau seiring dengan aktivitas di sektor energi dan infrastruktur pendukungnya.
-
SOCI (PT Soechi Lines Tbk): Emiten pelayaran energi ini berpotensi bergerak aktif mengikuti dinamika harga minyak dan kebutuhan distribusi energi domestik.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan level stop loss dan take profit secara disiplin mengingat volatilitas pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu akibat sentimen global.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab penuh masing-masing individu. Pastikan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi di pasar modal.