Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Selasa (21/04/2026) dengan penurunan sebesar 0,46 persen atau berada pada posisi 7.559,38. Pelemahan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global dan koreksi tajam pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Dilansir dari Detik Finance, laju indeks tertekan secara signifikan oleh merosotnya harga saham DSSA, BBRI, dan BREN. Meskipun demikian, penguatan saham seperti BRPT, EMAS, dan BMRI memberikan sokongan agar indeks tidak terkoreksi lebih dalam.
Data pasar reguler menunjukkan investor asing tetap melakukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp243,21 miliar. Sementara itu, total akumulasi pembelian bersih asing di seluruh pasar mencapai angka Rp473,93 miliar pada penutupan hari ini.
Dilihat dari performa sektoral, sektor energi mencatatkan penurunan paling tajam mencapai 1,02 persen. Sebaliknya, sektor industri menunjukkan tren positif dengan memimpin penguatan sebesar 2,58 persen di tengah mayoritas sektor yang terkoreksi.
Kondisi pasar domestik juga dipengaruhi oleh bursa saham Amerika Serikat yang ditutup negatif, di mana Dow Jones melemah 0,59 persen ke level 49.149. Sentimen negatif ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Terkait emiten, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) melaporkan lonjakan laba bersih tahun 2025 menjadi Rp29,32 miliar dari sebelumnya Rp3,32 miliar. Manajemen SIPD kini membidik pertumbuhan pendapatan antara 10 hingga 15 persen pada tahun 2026 melalui optimalisasi fasilitas produksi.
Sementara itu, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp89,88 miliar atau Rp16 per saham dari laba bersih 2025. Performa perusahaan ini didorong oleh kenaikan penjualan yang mencapai Rp1,50 triliun, yang sebagian dipicu oleh peluang program Makan Bergizi Gratis.
Penurunan juga terlihat pada indikator pasar Indonesia di luar negeri, dengan ETF EIDO yang terkoreksi 1,23 persen dan MSCI Indonesia turun 1,08 persen. Pembayaran dividen KEJU sendiri dijadwalkan akan dilakukan pada 13 Mei mendatang setelah masa cum dividen berakhir.