IHSG Melemah ke Level 7.530 Akibat Sentimen Global Wall Street

IHSG dibuka melemah ke posisi 7.530 pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi menyusul terkoreksinya bursa Wall Street dan ketidakpastian geopolitik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 63,579 poin atau 0,84 persen ke posisi 7.530,531 pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 April 2026 pagi. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif dari bursa Wall Street serta meningkatnya ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB yang dilansir dari Medcom, indeks sempat bergerak pada rentang tertinggi 7.568 dan menyentuh level terendah di 7.518. Meski indeks utama tertekan, tercatat sebanyak 317 saham justru menguat, berbanding 241 saham melemah dan 175 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan pada sesi pagi ini mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp3,117 triliun dengan volume perdagangan sebesar 8,702 miliar saham. Adapun nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini berada pada angka Rp13.438,283 triliun.

Koreksi yang terjadi di pasar domestik sejalan dengan penutupan bursa Amerika Serikat yang berakhir di zona merah pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,0099 persen, sementara S\&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,24 persen dan 0,26 persen.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa ketidakpastian global tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar saat ini. Faktor ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat turut memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas pasar keuangan dunia.

"Situasi ini turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, dengan WTI mencapai 88 dolar AS per barel dan Brent berada di level 95 dolar AS per barel," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam keterangannya.

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung terbatas selama belum mampu menembus level resistance penting di angka 7.700. Pada perdagangan hari sebelumnya, indeks juga telah mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,52 persen ke level 7.594.

Kini investor sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga yang diprediksi tetap tertahan pada level 4,75 persen. Keputusan tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi nasional di tengah fluktuasi pasar global.

Recommended