IHSG Menguat ke Level 6.946 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

IHSG dibuka naik 0,60 persen ke posisi 6.946,85 pada Selasa (12/5/2026) didorong sentimen positif penguatan Wall Street.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,60 persen atau naik 41,23 poin ke level 6.946,85 pada perdagangan Selasa pagi, 12 Mei 2026. Pergerakan positif ini terjadi di tengah dinamika sentimen global dan domestik yang memengaruhi pasar modal Indonesia.

Kenaikan indeks domestik ini selaras dengan pertumbuhan indeks saham unggulan LQ45 yang meningkat 0,21 persen ke posisi 670,06. Dilansir dari Medcom, tren hijau pada pembukaan perdagangan hari ini dipicu oleh performa positif bursa saham Amerika Serikat pada penutupan sebelumnya.

Indeks Wall Street mencatatkan penguatan kolektif dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,19 persen ke level 49.704,47. Sementara itu, S&P 500 tumbuh 0,19 persen menjadi 7.412,84 dan Nasdaq Composite terangkat 0,10 persen ke posisi 26.274,12.

Meskipun dibuka menguat, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan jual dari investor asing. Tercatat pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,92 persen dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp659 miliar di pasar reguler.

Kondisi pasar domestik turut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait penyesuaian royalti tambang yang dipastikan mulai berlaku pada Juni 2026. Selain itu, nilai tukar rupiah yang melemah di atas Rp17.400 per USD menambah daftar tantangan bagi stabilitas indeks.

Dari sisi eksternal, bursa Asia cenderung tertekan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga komoditas tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan penolakan terhadap proposal perdamaian dengan Iran.

"Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat," kata Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas terkait analisis teknikal IHSG di area support 6.850-6.960.

Pelaku pasar saat ini fokus mencermati rilis data penjualan ritel Indonesia dan angka inflasi Amerika Serikat. Agenda besar lainnya yang dinanti investor pada 12 Mei 2026 adalah pengumuman rebalancing indeks MSCI.

Recommended