Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,44 persen ke level 7004 pada pembukaan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, di tengah fluktuasi pasar global yang dipicu kenaikan harga energi.
Dilansir dari Medcom, pergerakan positif ini didorong oleh kenaikan sejumlah saham perbankan dan komoditas seperti BBCA, BBRI, BMRI, BRPT, CTRA, BBNI, dan AMMN yang terpantau menghijau pada awal sesi.
Meskipun indeks utama menguat, indeks JII justru mengalami kontraksi sebesar 0,41 persen ke posisi 460, sementara indeks LQ45 tercatat naik 0,93 persen ke level 680 pada pagi yang sama.
Kondisi pasar modal domestik ini berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah yang dilaporkan melemah berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (5/5) pukul 09.16 WIB.
Mata uang garuda berada di posisi Rp17.408 per USD, menunjukkan penurunan dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang tertahan di level Rp17.394 per dolar AS.
Sektor energi di Bursa Efek Indonesia juga mengalami tekanan dengan koreksi 1,20 persen, diikuti sektor teknologi dan transportasi yang masing-masing turun 1,56 persen dan 1,52 persen.
Sentimen negatif global berasal dari Wall Street yang ditutup melemah pada Senin (4/5) waktu setempat akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,39 persen ke USD106,42 per barel, sementara jenis Brent naik signifikan sebesar 5,8 persen ke posisi USD114,44 per barel.
Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global yang dapat mempersempit ruang kebijakan moneter di masa mendatang.
Di pasar komoditas lainnya, harga emas terpantau terkoreksi lebih dari 2 persen, sementara perak dan tembaga juga mengalami penurunan tajam di tengah meningkatnya indeks volatilitas pasar.