PT Mega Capital Sekuritas, yang merupakan bagian dari CT Corpora, telah menyediakan layanan investasi inovatif sejak tahun 1991 dengan dukungan tenaga ahli yang terpercaya.
Pada perdagangan Selasa (17/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona positif, mengalami kenaikan sebesar 1,20% dan mencapai level 7.106,84. Saham DCII, TLKM, dan MDKA menjadi pendorong utama penguatan ini, dengan kenaikan masing-masing sebesar 5,80%, 3,04%, dan 8,17%. Sementara itu, saham BREN mengalami penurunan sebesar 2,93%, ASII melemah 0,85%, dan GOTO terkoreksi 1,92%.
Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp155,35 miliar di pasar reguler. Namun secara keseluruhan, mereka masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp679,10 miliar. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,69%, diikuti oleh seluruh sektor yang bergerak menguat.
Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang kurang baik. Indeks Dow Jones turun 0,18% ke level 46.124, diikuti oleh S&P 500 yang terkoreksi 0,37% ke 6.556, dan Nasdaq turun 0,84% ke 21.761. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang melibatkan mediator. Indeks ETF EIDO ikut melemah 1,04%, meskipun indeks MSCI Indonesia masih naik 0,69%.
Pemerintah mendorong peningkatan produksi batu bara nasional melebihi rencana awal 600 juta ton pada tahun ini. Rencana ini disertai dengan pengenaan pungutan ekspor untuk menjaga kondisi fiskal.
Realisasi persetujuan RKAB hingga pertengahan Maret mencapai 400 juta ton. Pemerintah mempercepat proses persetujuan lanjutan, termasuk membuka peluang penyesuaian volume bagi produsen tertentu. Kondisi ini memberikan ruang bagi emiten batu bara dengan porsi ekspor besar seperti ITMG, HRUM, dan AADI.
Berita Emiten
Pyridam Farma (PYFA)
PYFA berencana menambah modal melalui penerbitan 5,7 miliar saham baru dengan waran. Rencana ini menunggu persetujuan pemegang saham pada RUPSLB 22 April. Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi fasilitas produksi Mayne Pharma di Australia Selatan dan memperkuat struktur permodalan.
Ekspansi ini melanjutkan akuisisi Probiotec di Australia pada Juni 2024 senilai USD 251,32 juta, yang memperluas kapasitas produksi dan jangkauan bisnis farmasi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi ada di tangan investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.