Manajemen Chelsea resmi memberhentikan Liam Rosenior dari kursi manajer pada Rabu (22/4/2026) setelah masa bakti yang hanya berlangsung kurang dari empat bulan di Stamford Bridge. Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang kini terancam gagal menembus zona Liga Champions musim depan.
Dilansir dari Bola, petinggi klub menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih sementara atau caretaker guna memimpin skuad hingga berakhirnya kompetisi musim ini. Pemecatan ini dipicu oleh hasil mengecewakan berupa lima kekalahan berturut-turut di Premier League tanpa mampu mencetak satu gol pun ke gawang lawan.
Catatan lima kekalahan beruntun tanpa gol tersebut menyamai rekor terburuk klub yang pernah terjadi pada tahun 1912 silam. Rosenior, yang didatangkan pada Januari 2026 dengan kontrak jangka panjang lima setengah tahun, gagal mempertahankan momentum positif yang sebelumnya dibangun oleh Enzo Maresca.
Statistik menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Rosenior, Chelsea hanya mampu memenangkan sebelas pertandingan dari total 23 laga di seluruh kompetisi. Kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Brighton menjadi puncak dari habisnya kesabaran pihak manajemen terhadap pelatih asal Inggris tersebut.
Saat ini, The Blues tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 48 poin. Tim asal London Barat tersebut terpaut tujuh poin dari Liverpool yang berada di urutan kelima sebagai batas akhir kualifikasi kompetisi Eropa.
Sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat pelatih permanen berikutnya, termasuk mantan pemain Chelsea, Filipe Luis, yang saat ini berstatus bebas transfer. Selain itu, manajer Bournemouth Andoni Iraola dan pelatih Crystal Palace Oliver Glasner juga masuk dalam radar pantauan manajemen.
Cesc Fabregas yang tengah sukses menangani Como di Serie A turut dikaitkan kembali ke Stamford Bridge karena kedekatan emosionalnya dengan penggemar. Namun, fokus utama klub saat ini adalah menstabilkan performa tim di bawah arahan Calum McFarlane dalam laga-laga sisa musim ini.