Implementasi MLFF Terus Berproses, Uji Coba Lanjutan akan Digelar

Proyek bayar tol tanpa setop (MLFF) masih dalam tahap pra-uji coba. Uji coba lanjutan akan digelar sebelum keputusan final.

Implementasi sistem pembayaran tol tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih menghadapi sejumlah kendala meskipun diklaim siap diterapkan. Berbagai aspek teknis dan non-teknis menjadi perhatian utama dalam kelanjutan proyek ini.

Proyek MLFF, yang pertama kali dibahas pada 2021, mengalami beberapa kali penundaan. Setelah uji coba di Tol Bali Mandara pada akhir Desember 2023, belum ada perkembangan signifikan mengenai implementasinya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa terdapat masalah teknis dan non-teknis yang menyebabkan proyek MLFF belum dapat terlaksana.

"MLFF itu tetap berproses, ada sedikit masalah teknis dan non-teknis, tapi kita sudah bereskan semua. Tapi perlu waktu untuk membereskan karena terkait dengan banyak pihak, tidak hanya Kementerian PU dan penggagas MLFF-nya, tapi juga banyak pihak terkait karena ada masalah teknis dan non-teknisnya," kata Dody dalam acara Media Briefing di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) terus berupaya menyelesaikan kendala-kendala tersebut bersama pihak terkait.

Direktur Jenderal Bina Marga (Dirjen Bina Marga), Roy Rizali Anwar, menjelaskan bahwa proyek sistem bayar tol tanpa setop ini terbagi menjadi tiga tahap: pra-uji coba, uji coba, dan evaluasi. Saat ini, proyek masih berada dalam tahap pra-uji coba.

"Nah saat ini kita masih dalam tahap pra-uji coba dan Alhamdulillah mulai dari hari Selasa kemarin sampai hari ini sudah dilakukan namanya functional testing," ujar Roy.

Roy menambahkan, functional test bertujuan untuk menilai kemampuan sistem dalam melaksanakan skenario yang telah diuji. Hasilnya, 64 skenario yang diuji dapat dilaksanakan dan dinilai.

Sebelum memasuki tahap uji coba, functional test akan dilakukan dalam beberapa tahap.

"Nanti ada functional test tahap 2 dan tahap 3, sampai semua skenario yang disepakati dilakukan maka baru masuk ke tahap uji coba," tegasnya.

Rencananya, uji coba MLFF akan kembali digelar sebanyak dua atau tiga kali sebelum keputusan akhir diambil.

"Masalah teknis dan non-teknis harus kita selesaikan bersama-sama. Nanti detilnya akan dijelaskan kepada kepala DJBM. Akan ada tes dan segala macam, tes berikutnya dan segala macam, mungkin 2-3 kali kalau nggak salah, baru kita putuskan mau seperti apa," kata Dody.

Sebagai informasi, MLFF termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar PSN.

Proyek MLFF dimenangkan oleh perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd Zrt, dan dikerjakan oleh anak perusahaannya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Dana pengembangan MLFF berasal dari anggaran negara Hungaria melalui RITS, mencapai US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun.

Implementasi MLFF mengalami keterlambatan lebih dari 3 tahun dari target awal pada 2022. Tantangan yang muncul meliputi masalah internal di RITS dan uji coba tertutup yang belum berhasil, sehingga target implementasi terus mundur.

Recommended